Para ulama telah menyebutkan bahwa makna لا
إله إلا الله ini mengandung beberapa syarat
yang jika tidak terpenuhi maka dia tidak akan
sempurna.
Dan syarat kalimat لا إله إلا الله adalah
delapan, yaitu:
Pertama: Memahami maknanya, maksudnya
dan apa-apa yang dilarangnya serta apa-apa yang
menjadi tuntutannya.
قال تعالى: [ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ
وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
وَاللهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ
وَمَثْوَاكُمْ [
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada
Tuhan (Yang Hak melainkan Allah dan mohonlah
ampunan bagi dosamu dan bagi dosa) orang-
orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan
Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan
tempat tinggalmu. (QS. Muhammad: 19).
Pada riwayat Muslim di dalam kitab shahihnya
dari Utsman radhiallahu anhu bahwa Nabi
Muhammad salallahu ’alaihi wa salam bersabda:
Barangsiapa yang mati dan dia mengetahui
bahwa tiada tuhan yang berhak disembah
dengan sebanarnya kecuali Allah maka dia pasti
masuk surga ”.[1]
Dan banyak manusia yang mengucapkannya
dengan lisannya semata namun dia tidak
mengetaui apaun dari artinya, oleh karena itulah
mereka terjebak di dalam kesyirikan.
Kedua: Keyakinan yang menghilangkan
keraguan, yaitu orang yang mengucapkannya
harus meyakini apa-apa yang ditunjukkan oleh
makna kalimat ini. Dan jika di dalam hatinya
terdapat keraguan terhadap apa yang ditunjukkan
oleh makna kalimat ini maka ucapannya tersebut
tidak memberikan manfaat apapun baginya.
قال تعالى: [ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ
الَّذِينَ آمَنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ
ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا [
Sesungguhnya orang-orang yang beriman
hanyalah orang-orang yang beriman kepada
Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-
ragu. (QS. Al-Hujurat: 15).
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab
shahihnya dari Abi Hurairah radhiallahu anhu
bahwa Nabi Muhammad salallahu ’alaihi wa salam
bersabda: Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang
berhak disembah dengan sebenarnya kecuali
Allah, dan sesungguhnya aku adalah utusan
Allah, maka tidaklah seorang hamba yang
bertemu Allah dengan meyakini kalimat tersebut
dan dirinya tidak ragu dengannya kecuali dia akan
masuk surga”.[2]
Ketiga: IKhlas yang menghapuskan kesyirikan.
Seseorang tidak mengucpakannya karena riya’
atau sum’ah.
قال تعالى: [ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا
لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ
الدِّينَ [
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan
kepada -Nya dalam (menjalankan) agama dengan
lurus. (QS. Al-An ’am: 5).
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam kitab
shihihnya dari Abi Hurairah radhiallahu anhu
bahwa Nabi Muhammad salallahu ’alaihi wa salam
bersabda: orang yang paling bahagia dengan
syaf ’atku pada hari kiamat adalah orang yang
mengucapkan لا إله إلا الله dengan ikhlas
dari dirinya”.[3]
Keempat: Kebenaran yang menghapuskan
kebohongan. Dia mengucapkan kalimat لا إله
إلا الله dengan benar bersumber dari hatinya.
قال تعالى: [ الم. أَحَسِبَ النَّاسُ أَن
يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ
لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا
الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ
فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ
صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ [
Alif laam miim (2) Apakah manusia itu mengira
bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji
lagi?. (3)Dan sesungguhnya Kami telah menguji
orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang
yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui
orang-orang yang dusta. )QS. Al-Ankabut: 1-3).
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di dalam
kitab shahihnya dari Mu ’adz bin Jabal radhiallahu
anhu bahwa Nabi Muhammad salallahu’alaihi wa
salam bersabda: Tidak ada seorangpun yang
bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak
disembah dengan sebenarnya kecuali Allah dan
Muhammad adalah utusan Allah dengan ucapan
yang benar-benar dari hatinya kecuali Allah
mengharamkan dirinya dari api neraka ”.[4]
Di dalam hadits ini disyaratkan pengucapan
kalimat ini dengan sebenar-benarnya.
Kelima: Cinta yang menghapuskan kebencian.
Dia mencintai kalimat ini dan apa yang
ditunjukkan oleh kalimat ini serta orang-orang
yang berbuat dengan tuntutan kalimat ini.
قال تعالى: [ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ
حُبًّا لِّلهِ [
Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta
kepada Allah. (QS. Al-Baqarah: 165).
Keenam: Tunduk terhadap apa yang ditunjukkan
oleh kalimat ini, yaitu tunduk yang
menghapuskan sikap meninggalkan tuntutan
kalimat ini. Maka wajib bagi orang yang beriman
untuk tunduk terhadap makna yang dikandung
oleh kalimat لا إله إلا الله baik secara
lahiriyah atau bathiniyah.
قال تعالى: [ وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا
مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لله وَهُوَ
مُحْسِنٌ [
Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada
orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada
Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan,
(QS. Al-Nisa ’: 125)
Kepasrahan adalah bentuk ketundukan kepada
perintah Allah Subahanahu Wa Ta ’ala.
Ketujuh: Penerimaan yang menghapuskan
penolakan. Maka wajib menerima apa yang
menjadi tuntutan kalimat ini baik berupa ibadah
kepada Allah Subahanahu Wa Ta ’ala semata tanpa
mempersekutukan -Nya dengan sesuatu apapun
dan meninggalkan peribadatan kepada selain Allah
Subahanahu Wa Ta ’ala, maka barangsiapa yang
mengucapkannya namun dia tidak menerima apa
yang menjadi tuntutan kalimat ini maka dia
termasuk orang yang dikatakan oleh Allah
Subahanahu Wa Ta ’ala di dalam firman -Nya:
قال الله تعالى: [ إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا
قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
يَسْتَكْبِرُونَ [
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan
kepada mereka: Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan
yang berhak disembah melainkan Allah) mereka
menyombongkan diri. (QS. Al-Shoffat: 35)
Kedelapan: Mengningkari setiap sesembahan
selain Allah Subahanahu Wa Ta’ala seperti
penyembahan terhadap tahagut dan menetapkan
ibadah hanya kepada Allah Subahanahu Wa Ta ’ala
semata.
قال الله تعالى: [ فَمَنْ يَكْفُرْ
بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللهِ فَقَدِ
اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ [
sesungguhnya telah jelas jalan yang benar
daripada jalan yang sesat. Karena itu, barang
siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman
kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah
berpegang kepada buhul tali yang amat kuat. (QS.
Al-Baqarah: 256).
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab
shahihnya dari Abi Malik dari bapaknya bahwa
Nabi Muhammad salallahu ’alaihi wa salam
bersabda: Barangsiapa yang mengucapkan لا
إله إلا الله dan meningkari penyembahan
selain Allah maka harta dan darahnya menjadi
haram dan perhitungan dirinya diserahkan
kepada Allah ”.[5]
Di antara keutamaan kalimat yang agung ini
adalah:
Pertama: Akan dibukakan bagi orang yang
mengucapkannya, delapan pintu surga.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di
dalam kitab shahihnya dari Ubadah bin Shamit
radhillahu anhu bahwa Nabi Muhammad
salallahu ’alaihi wa salam bersabda: Barangsiapa
yang mengucapkan tiada tuhan yang berhak
disembah dengan sebenarnya selain Allah
Subahanahu Wa Ta ’ala semata, tiada sekutu bagi
-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan
-Nya, dan Isa adalah hamba Allah Subahanahu
Wa Ta ’ala dan anak dari hamba Allah Subahanahu
Wa Ta’ala dan kalimat -Nya yang dihunjumkan
kepada Maryam dan ruh dari -Nya, dan surga itu
benar adanya, neraka itu benar adanya maka
Allah Subahanahu Wa Ta ’ala akan
memasukkannya ke dalam surga dari pintu
manapun dari delapan pintu surga yang
disukainya ”.[6]
Kedua: Orang yang mengakui kebenaran kalimat
ini sekalipun dia seorang pelaku maksiat dan
dimasukkan ke dalam neraka akibat
kemaksiatannya namun mereka tetap akan
dikeluarkan dari api neraka. Di dalam kitab as-
shahihaini dari Anas radhiallahu anhu bahwa Nabi
Muhammad salallahu ’alaihi wa salam bersabda:
Allah subahanhu wa ta’ala berfirman: Demi
Keperkasaan -Ku, demi kemuliaan -Ku, demi
kebesaran -Ku, demi keagungan -Ku, Aku akan
mengeluarkannya dari neraka orang yang
mengatakan ( لا إله إلا الله(]7 ]
Diriwayatkan oleh Al-Thabrani di dalam Al-
mu ’jamul Ausath dari Abi Hurairah radhiallahu
anhu bahwa Nabi Muhammad salallahu’alaihi wa
salam bersada: Barangsiapa yang mengucapkan
لا إله إلا الله maka ucapannya itu akan
memberikannya manfaat pada suatu masa dan
sebelum itu dia akan mendapatkan apa yang
sebelumnya diperbuat oleh dirinya ”.[8]
Ketiga: Barangsiapa yang mengucapkannya
sebelum kematiannya dan dia meninggal atasnya
maka dia masuk surga. Diriwayatkan oleh Abu
Dawud di dalam kitab sunannya dari Muadz bin
Jabal radhiallahu anhu bahwa Nabi Muhammad
salallahu ’alaihi wa salam bersabda: Barangsiapa
yang akhir kalamnya لا إله إلا الله maka dia
pasti masuk surga”.[9]
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam,
semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan
kepada Nabi kita Muhammad dan kepada
keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.
[1] Muslim no: 26
[2] Muslim no: 26
[3] Al-Bukhari: no:
[4] Al-Bukhari no: 128 dan Muslim: no: 32
[5] Muslim: no: 23
[6] Shahih Muslim: no: 28 dan Bukhari no: 3435
[7] Al-Bukhri no: 7510 dan Muslim: 192
[8] Al-Thabrani 6/274 no: 6369 dishahihkan oleh
Al-Albani di dalam kitab shahihul jami’s shagir
2/1098 no: 2434
[9] Sunan Abu Dawud no: 3116
No comments:
Post a Comment