Friday, November 19, 2010

Akhlak Mulia

Segala puji bagi Allah yang menciptakan segala
sesuatu, membaguskan penciptaan-Nya dan
menyusunnya. Dialah yang mendidik nabi kita,
Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan
dengan sebaik-baik pembinaan. Wa ba'du :
Sesungguhnya kemuliaan akhlak merupakan
salah satu dari sifat-sifat para nabi, orang-orang
shiddiq dan kalangan shalihin. Dengan sifat ini,
berbagai derajat dapat dicapai dan kedudukan-
kedudukannya ditinggikan. Sesungguhnya Allah
Jalla wa 'Ala mengistimewakan nabi-Nya,
Muhammad dengan ayat yang menghimpun
baginya segala kemuliaan akhlak dan segenap
kebaikan tata pekerti, maka Allah Jalla wa 'Ala
berfirman :
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴿٤﴾ سورة
القلم
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi
pekerti yang agung. (QS.68:04)
Husnul khuluq (akhlak yang mulia) memunculkan
rasa kasih sayang dan kelembutan. Sedang su'ul
khuluq (akhlak yang buruk) membuahkan rasa
saling benci, dengki dan memusuhi.
Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
telah menstimulasi agar berakhlak mulia (husnul
khuluq) dan konsisten terhadapnya. Dimana
beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menghimpun
secara bersama antara penyebutan at-taqwa
(ketakwaan) dan penyebutan husnul khuluq
(akhlak yang mulia) ini. Beliau Shallallahu 'Alaihi
wa Sallam bersabda :
« أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ
الْجَنَّةَ ، تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ
الْخُلُقِ »
“Yang paling banyak memasukkan manusia ke
dalam surga, (adalah) takwa kepada Allah dan
husnul khuluq (berperilaku baik). ” (HR. At-
Tirmidzi dan al-Hakim).
Husnul khuluq itu adalah wajah yang berseri,
memberikan kebajikan, menahan diri dari
menyakiti manusia, beserta segala yang sudah
sepatutnya bagi seorang muslim untuk bertutur
kata yang baik dan menahan amarah serta sabar
menanggung beban.
Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
mewasiatkan kepada Abu Hurairah Radhiyallahu
'Anhu dengan sebuah wasiat agung, beliau
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
« عَلَيْكَ بِحُسْنِ الْخُلُقِ »
“Wahai Abu Hurairah, seyogyanya anda untuk
berperilaku baik (husnul khuluq).”
Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata,
“ Apakah husnul khuluq itu, wahai Rasulullah?”
Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
« تَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ، وَتَعْفُو
عَمَّنْ ظَلَمَكَ، وَتُعْطِي مَنْ
حَرَمَكَ »
“Anda menyambung (tali persaudaraan kepada)
orang yang memutuskan (hubungan
dengan)mu, dan anda memaafkan (kesalahan
atas) orang yang menzalimimu, dan anda
memberi orang yang enggan memberi
kepadamu. ” (HR. Al-Baihaqi).
Simaklah -wahai saudaraku yang mulia- sebuah
pengaruh yang dahsyat dan ganjaran yang besar
untuk pekerti yang mulia dan tabiat yang baik ini,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
« إِنَّ الرَّجُلَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ
الْخُلُقِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ
الْقَائِمِ »
“Sesungguhnya seseorang dengan husnul khuluq
akan memperoleh derajat ash-sha`im (ahli puasa)
dan al-qa`im (ahli shalat malam). ” (HR. Ahmad).
Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menilai
amalan husnul khuluq bagian dari (barometer)
kesempurnaan iman. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa
Sallam bersabda :
« أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا
أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا »
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah
yang paling baik akhlaknya.” (HR. Ahmad dan
Abu Dawud).
Seyogyanya anda sebagaimana yang disabdakan
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
« أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ
أَنْفَعَهُمْ ، وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ
إِلَى اللَّهِ سُرُورٍ تُدْخِلُهُ عَلَى
مُسْلِمٍ ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ
كُرْبَةً ، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دِينًا ،
أَوْ تُطْرَدُ عَنْهُ جُوعًا ، وَلأَنْ
أَمْشِيَ مَعَ أَخِي الْمُسْلِمِ فِي
حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ
أَعْتَكِفَ فِي الْمَسْجِدِ شَهْرًا »
“Manusia yang paling dicintai di sisi Allah adalah
yang paling bermanfaat diantara mereka, dan
amalan yang paling dicintai di sisi Allah (adalah)
kebahagiaan yang anda masukkan ke (hati)
seorang muslim, atau anda membebaskan
kesusahannya, atau anda membayarkan
hutangnya, atau anda menghilangkan rasa
laparnya. Karena itu aku berjalan bersama
saudaraku yang muslim dalam suatu
keperluannya lebih aku sukai daripada aku
beri'tikaf di masjid (yaitu: masjid Madinah, pent.)
ini sebulan lamanya . ” (HR. Thabrani).
Seorang muslim diperintahkan untuk berkata
halus dan lembut sehingga ucapannya tersebut
menjadi amalan yang memberatkan timbangan
kebajikannya. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
bersabda :
« الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ »
“Kata baik (yang terlontar terbilang)
sedekah.” (Muttafaqun 'Alaihi).
Bahkan sebuah senyuman ringan yang tidak
membebani seorang muslimpun dalam
melakukannya, diberikan balasan. Sebagaimana
sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
« تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيْكَ
صَدَقَةٌ »
“Senyummu terhadap saudaramu merupakan
sebuah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi).
Pengarahan-pengarahan Nabi dalam
menyemangati amalan husnul khuluq ini dan
sikap menanggung derita beliau Shallallahu 'Alaihi
wa Sallam yang banyak dan populer, serta
perjalanan hidupnya merupakan contoh hidup
yang dapat dipetik dari sikap beliau Shallallahu
'Alaihi wa Sallam sendiri terhadap dirinya,
keluarga, tetangga, kalangan kaum muslimin
yang lemah, orang-orang bodoh di antara
mereka, bahkan terhadap orang kafir sekalipun.
Allah Ta'ala berfirman :
وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ
عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ
أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى ﴿٨﴾ سورة المآئدة
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap
sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku
tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat
kepada takwa. (QS.68:04)
Sesungguhnya ciri-ciri perangai yang baik (husnul
khuluq) itu terhimpun dalam berbagai sifat yang
banyak. Maka kenalilah ciri-ciri tersebut –wahai
saudara muslimku- dan konsistenlah dengannya.
Secara umum, yaitu :
Seorang yang banyak malu, sedikit menyakiti,
banyak kebaikannya, jujur lisannya, sedikit
bicaranya, banyak kerja, sedikit kekhilafan dan
sikap berlebih-lebihannya. Seorang yang berbakti,
suka memberi, berwibawa, penyabar, bersyukur,
ridha, santun, lembut, menjaga diri, belas kasih.
Tidak suka melaknat dan mencemooh,
menghasut, ngerumpi, serta tidak tergesa-gesa,
tidak pula dengki, pelit, apalagi hasad. Seseorang
yang berwajah ramah dan periang, mencintai
dan menyukai sesuatu karena Allah, serta
membenci sesuatu karena Allah pula.
Pangkal dari segala akhlak yang tercela (al-akhlaq
al-madzmumah) adalah kesombongan,
penghinaan dan peremehan. Sedangkan pangkal
dari segala akhlak yang terpuji (al-akhlaq al-
mahmudah) adalah khusyu' dan kemauan yang
kuat. Maka berbangga-banggan, kufur nikmat,
berpoya-poya, takjub terhadap diri sendiri,
dengki, sewenang-wenang, angkuh, zhalim,
kasar dan arogan, pamer, enggan menerima
nasihat, mementingkan diri sendiri, minta
diangkat, gila kedudukan dan jabatan, dan lain
sebagainya. Itu semua bersumber dari al-kibr
(kesombongan).
Adapun dusta, khianat, riya, muslihat, tipu daya,
kerakusan, pengecut, kebakhilan, kelemahan,
kemalasan, menghinakan diri kepada selain Allah,
dan sikap mengambil sesuatu yang rendah
sebagai pengganti yang lebih baik, dan lain
sebagainya. Maka semua itu bersumber dari
penghinaan dan peremehan serta kerdilnya jiwa.
Sekiranya anda mencari ketakwaan, anda akan
mendapati
seorang lelaki membenarkan ucapannya dengan
perbuatannya.
Sekiranya seorang bertakwa kepada Allah dan
menaati-Nya
maka kedua tangannya diantara kemulian dan
ketinggian akan ketakwaan.
Sekiranya ia mengakar dalam ketakwaan
Ada dua mahkota, mahkota ketenangan dan
kebesaran
Sekiranya anda menyebutkan nasab hubungan
keturunan, maka saya tidak melihat
silsilah hubungan (yang seerat) seperti (diantara
hubungan) amal-amal shaleh.
Saudara muslimku :
Sesungguhnya dia adalah momentum mulia
dimana anda dapat memperoleh ganjaran
berperilaku dengan sifat-sifat yang baik, dan
mengarahkan diri anda untuk menggenggamnya,
dan bekerja keras dalam hal tersebut. Jauhi dan
tinggalkanlah sifat iri dan benci, kekejian lisan,
ketidakadilan, dan ghibah, mengadu domba, kikir,
memutuskan tali silaturahmi. Aku terheran
terhadap orang yang membersihkan wajahnya 5
(lima) kali sehari dalam rangka menyembut
seruan Allah, namun ia enggan membersihkan
dirinya sekali saja dalam setahun untuk sekedar
menghilangkan berbagai daki-daki dunia yang
melekat, serta kepekatan hati dan kemungkaran
akhlaknya !!
Berantusiaslah terhadap upaya melatih diri dari
menahan amarah, dan gembirakanlah orang-
orang sekitar anda, diantaranya kedua orangtua,
istri dan anak-anak, para sahabat dan relasi
dengan interaksi yang baik, tutur kata yang
manis, muka yang berseri, dan berharaplah akan
pahala pada segala hal demikian itu.
Dan seyogyanya anda –Saudara muslimku-
sebagaimana yang diwasiatkan Nabi Shallallahu
'Alaihi wa Sallam dalam bahasa yang ringkas
padat (al-jami'ah). Beliau Shallallahu 'Alaihi wa
Sallam bersabda :
« اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ
تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ
حَسَنٍ »
“Bertakwalah kepada Allah dimana pun anda
berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan
yang akan menghapusnya, dan perlakukanlah
manusia dengan perlakuan yang baik. ” (HR. At-
Tirmidzi).
Semoga Allah menjadikan kita dan segenap kalian
termasuk orang-orang yang disabdakan oleh
Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
« إِنَّ أَقْرَبَكُمْ مِنِّى مَجْلِساً
يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ
خُلُقاً »
“Sesungguhnya yang paling dekat kedudukan
diantara kalian dariku pada hari Kiamat (adalah)
yang paling baik akhlaknya diantara kalian. ” (HR.
Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-
Mu pengampunan, kesehatan, perlindungan
selamanya. Ya Allah, baguskan akhlak-akhlak
kami dan perindahilah perangai-perangai kami. Ya
Allah sebagaimana Engkau telah membaguskan
rupa kami, maka baguskanlah akhlak kami
dengan segala karunia-Mu. Ya Rabb kami,
ampunilah kami, kedua orangtua kami dan
seluruh kaum muslimin. Semoga shalawat
senantiasa tercurah atas Nabi kami, Muhammad,
dan kepada keluarga dan segenap sahabatnya.
Oleh: Abdul Malik Al-Qasim

No comments:

Post a Comment