Tuesday, November 9, 2010

Biar Gak Selingkuh, Seks kamu Harus Kreatif dong

shutterstock Selingkuh, bukanlah jawaban atas
persoalan yang dihadapi
sebuah hubungan. Dulu masyarakat sempat
heboh gara-gara hasil
penelitian yang menyebutkan 2 dari 3 pria di
Jakarta melakukan
selingkuh. Nah, saat ini jumlahnya realtif terus
meningkat.Dr. Boyke
Dian Nugraha, Sp.OG., MARS, spesialis kebidanan
dan kandungan, dalam
suatu acara seminar pernah menyebutkan bahwa
4 dari 5 pria melakukan
selingkuh!Data di Klinik Pasutri Dr. Boyke,
ditemukan bahwa sekitar 42
persen suami berselingkuh ketika isteri mereka
berusia 40 tahun lebih.
Tidak hanya itu. Sebuah penelitian di Bandung,
Jawa Barat yang
dilakukan oleh seorang psikolog menyebutkan
kalau 2 di antara 5 wanita
pekerja juga melakukan selingkuh.Perselingkuhan
sepertinya sudah
menjadi fenomena umum. Selingkuh yang
notabene juga merupakan salah
satu perilaku seks bebas, kerap menimbulkan
masalah. Timbulnya
kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) misalnya.
Masalah tersebut ikut
menambah jumlah aborsi.Sebagai gambaran,
sekitar 2,3 juta aborsi
dilakukan setiap tahunnya. Belum lagi angka
kematian ibu akibat
melakukan aborsi juga cukup tinggi. “Jumlahnya
lebih tinggi bila
dibandingkan dengan Bangladesh,” komentar Dr.
Boyke.Selain timbulnya
kehamilan yang tidak diinginkan, perilaku seks
bebas yang tak
bertanggungjawab juga ikut menyumbang
infeksi berbagai penyakit. Salah
satu di antaranya adalah infeksi HIV/AIDS. Kalau
sudah begini, maka
virus HIV/AIDS bisa menginfeksi pasangan yang
sebenarnya.Alasan
SelingkuhPerselingkuhan merupakan hubungan
seksual di luar pernikahan
yang sah. Kondisi tersebut dapat terjadi dalam
waktu cukup singkat
maupun lama, dengan tingkat keterlibatan
emosional yang rendah maupun
tinggi.Seperti disebutkan Dr. Boyke, ada beberapa
alasan orang
berselingkuh, di antaranya:- Ketidakmampuan
membentuk komitmen bersama
pasangan pernikahan. Lemahnya komitmen, tidak
disadarinya arti serta
tujuan pernikahan juga ikut mendorong
seseorang melakukan
perselingkuhan.- Iman yang lemah dan rasa
egoisme yang besar dari
masing-masing pasangan.- Amarah yang
terpendam dari pasangan,
ketidakpuasaan kehidupan pernikahan, akibat tidak
terpenuhinya
kebutuhan emosional pasangan, seringkali
memicu timbulnya
perselingkuhan dalam kehidupan pernikahan.-
Adanya masalah pribadi
dalam pernikahan.- Rasa ingin tahu seperti apa
seks yang dilakukan
dengan orang lain. Apalagi jika seks bersama
pasangan mengalami
kejenuhan.Bila hal ini terjadi, timbulnya berbagai
permasalahan dapat
terus berlangsung. Maka ia menyarankan agar
masing-masing pasangan
menyadari adanya gejala tersebut. Sebelum
pernikahan kandas, ada
baiknya masing-masing pasangan melakukan
koreksi diri untuk menemukan
dan menilai kesalahan yang telah terjadi.Di Kamar
MandiKalau yang
terjadi berkaitan dengan kehidupan seksual, maka
tak ada salahnya
untuk memberanikan diri berkomunikasi dengan
pasangan. Jalin
komunikasi yang sehat untuk mengemukakan
permasalahan seks yang sedang
dihadapi dengan pasangannya.Jika permasalahan
yang terjadi karena
persoalan hubungan seksual, maka diperlukan
beberapa kreasi dalam
mendukung masalah tersebut. Pemilihan tempat
misalnya. Kalau suasana
tempat tidur menimbulkan kebosanan saat
melakukan hubungan seks,
pindahlah ke tempat lain yang sejenis.Memang,
selama ini melakukan
hubungan seks di tempat tidur menjadi pilihan
yang banyak dilakukan
oleh pasangan suami isteri. Selain posisi yang
nyaman, tempat tidur
akan memberikan rasa rilek dan romantis.Padahal
pilihan untuk itu tak
terbatas pada tempat tidur saja. “Tempat lain
seperti kursi, terutama
kursi yang tak berlengan, meja, berdiri di depan
cermin, bisa menjadi
pilihan tempat yang memberikan kesan spesial
pada seks, ” lanjut Dr.
Boyke.Kamar mandi pun juga dapat mendukung
kegiatan seks. Di sini,
pasangan bisa mandi, melakukan spa atau sauna
bersama. Menurut Dr.
Boyke hal ini sangat mendukung kegiatan
foreplay maupun afterplay.
Hanya saja perlu dipertimbangkan beberapa hal
jika melakukan hubungan
seks di kamar mandi. Seperti berhati-hati pada
lantai kamar mandi yang
licin.Dengan melakukan beberapa kreasi dalam
melakukan hubungan
seksual, kemungkinan terjadinya perselingkuhan
bisa diatasi. Tak hanya
itu, efek negatif dari perselingkuhan seperti
timbulnya stres,
berbagai penyakit kelamin, infeksi HIV/AIDS,
kehamilan yang tidak
diinginkan, kemandulan serta kanker mulut rahim
pun dapat
dihindari.Secara umum, perselingkuhan memang
lebih sering mengancam
kehidupan pernikahan dan karir. Risiko yang
terberat, apabila terjadi
perceraian, dapat menimbulkan berbagai
masalah. Mulai dari masalah
finansial, beban emosi pada anak, masalah
dengan anggota keluarga yang
lain, rasa malu, hingga rasa sedih.Perlu diingat
adanya kesulitan
untuk memulai kehidupan dengan pasangan
baru, yang mungkin saja bisa
lebih besar dibandingkan dengan apa yang
dibayangkan sebelumnya.Para
ahli sepakat bahwa pernikahan yang bahagia akan
membuat pasangan bisa
saling bekerjasama dan meringankan beban.
Masihkah Anda dan pasangan
membina pernikahan yang bahagia? @ diy
(Tabloid Gaya Hidup
Sehat)Tempat lain seperti kursi, terutama kursi
yang tak berlengan,
meja, berdiri di depan cermin, bisa menjadi
pilihan tempat yang
memberikan kesan spesial pada seks
------------------------------------

No comments:

Post a Comment