Tuesday, November 9, 2010

Allah di Atas Arsy

Al-Quran Al-Karim, hadits – hadits yang shahih,
akal dan fitrah yang selamat telah menguatkan
perkara ini. Salah satu contohnya adalah firman
Allah, "“Ar-Rahman beristiwa di atas
‘Arsy” (Thaha: 5). Makna istiwa adalah tinggi
sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari
tabi ’in. Simak beberapa dalil lainnya.
Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Al-Quran Al-Karim, hadits – hadits yang
shahih, akal dan fitrah yang selamat telah
menguatkan perkara ini.
1. Allah ta’ala berfirman: “Ar-Rahman beristiwa
di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)
Makna istiwa adalah tinggi sebagaimana di dalam
riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.
2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya
kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”.
Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”.
Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu
menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah
kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena
sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”.
Makna di langit adalah di atas langit.
3. Seorang yang shalat berkata di dalam
sujudnya,
سُبْحَانَ رَبِيَّ اْلأَعْلَى
“Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi”
Dan mengangkat tangannya ke arah langit ketika
berdoa.
4. Anak-anak ketika mereka ditanya, “Dimana
Allah?” maka mereka akan menjawab dengan
fitrahnya yang masih selamat, “Dia di atas
langit”.
5. Allah berfirman,
“Dan Dialah Allah yang di langit” (Al-An’am:
3).
Ibnu Katsir berkata di dalam tafsir ayat ini, “Para
ahli tafsir bersepakat bahwa tidaklah kita
mengatakan sebagaimana apa yang dikatakan
oleh Jahmiyah (sebuah aliran sesat –pent.) bahwa
Allah di setiap tempat. Maha Tinggi Allah dari apa
yang mereka katakan !!”
Dan makna di langit adalah di atas langit. Akan
tetapi Allah bersama kita. Maksudnya Allah
mendengar dan melihat kita, dan dia berada di
atas ‘Arsy-Nya.
(Diterjemahkan dari Kaifa Nurabbi Auladana,
sumber: http://ulamasunnah.wordpress.com)
No related posts.

No comments:

Post a Comment