Tuesday, November 9, 2010

Inilah Dialog Nabi Musa A.S dgn wanita Pezina yg minta ampunan,,

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang
wanita berjalan
terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam
menandakan bahawa dia
berada dalam duka cita yang mencekam.
Kerudungnya menangkup rapat
hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau
perhiasan menempel di
tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping
dan roman mukanya yang
ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan
yang tengah meruyak
hidupnya.Ia melangkah terseret-seret mendekati
kediaman rumah Nabi
Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil
mengucapkan salam. Maka
terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".
Perempuan cantik itu
lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus
merunduk. Air matanya
berderai tatkala dia berkata,"Wahai Nabi Allah.
Tolonglah saya, Doakan
saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa
keji saya." "Apakah dosamu
wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s terkejut.
"Saya takut
mengatakannya." jawab wanita cantik.
"Katakanlah jangan ragu-ragu!"
desak Nabi Musa.Maka perempuan itupun
terpatah bercerita, "Saya
......telah berzina."Kepala Nabi Musa terangkat,
hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu
saya pun......lantas
hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya.......
Cekik lehernya
sampai......tewas", ucap wanita itu seraya
menangis
sejadi-jadinya.Nabi Musa berapi-api matanya.
Dengan muka berang dia
mengherdik perempuan tersebut. "Nyah kamu
dari sini! Agar siksa Allah
tidak jatuh ke dalam rumahku karena
perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi
Musa sambil memalingkan mata karena
jijik.Perempuan berwajah ayu
dengan hati bagaikan kaca membentur batu,
hancur luluh segera bangkit
dan melangkah surut. Dia terhantuk-hantuk ke
luar dari dalam rumah
Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia
tak tahu harus ke mana
lagi hendak mengadu. Bahkan dia tidak tahu
mahu dibawa ke mana lagi
kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah
menolaknya, bagaimana pula
manusia lain bakal menerimanya?Terbayang
olehnya betapa besar dosanya,
betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahawa
sepeninggalnya,
Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang
Ruhul Amin Jibril
lalu bertanya,"Mengapa engkau menolak seorang
wanita yang hendak
bertobat dari dosanya?Tidakkah engkau tahu dosa
yang lebih besar
daripadanya?" Nabi Musa terperanjat."Dosa
apakah yang lebih besar dari
kekejian wanita pezina Dan pembunuh itu?" Maka
Nabi Musa dengan penuh
rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril."Betulkah
ada dosa yang lebih
besar daripada perempuan yang nista itu?""
Ada !" jawab Jibril dengan
tegas."Dosa apakah itu?" tanya Musa kian
penasaran."Orang yang
meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa
menyesal. Orang itu
dosanya lebih besar dari pada seribu kali
berzina.Mendengar penjelasan
ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi
untuk menghadap kembali
kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan
khusyuk untuk memohonkan
ampunan kepada Allah untuk perempuan
tersebut.Nabi Musa menyedari,
orang yang meninggalkan sembahyang dengan
sengaja dan tanpa penyesalan
adalah sama saja seperti berpendapat bahwa
sembahyang itu tidak wajib
dan tidak perlu atas dirinya. Berarti mereka
seakan-akan menganggap
remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah
menganggap Tuhan tidak punya
hak untuk mengatur dan memerintah hamba-
Nya. Sedang orang yang
bertaubat dan menyesali dosanya dengan
sungguh-sungguh bererti masih
mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa
Allah itu berada di jalan
ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti
mahu menerima
kedatangannya.Dalam hadis Nabi SAW
disebutkan : Orang yang
meninggalkan solat lebih besar dosanya
dibanding dengan orang yang
membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70
nabi Dan bersetubuh dengan
ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain
disebutkan bahwa orang
yang meninggalkan solat sehingga terlewat
waktu, Kemudian dia
mengqadanya, maka dia akan disiksa dalam
neraka selama satu huqub.
Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu
tahun terdiri dari 360
Hari, sedangkan satu Hari di akhirat
perbandingannya adalah seribu
tahun di dunia.Dasyatnya azab
neraka.Demikianlah kisah Nabi Musa Dan
wanita pezina Dan dua hadist Nabi, mudah-
mudahan menjadi pelajaran
bagi Kita Dan timbul niat untuk melaksanakan
kewajiban solat dengan
istiqamah.Insyallah

No comments:

Post a Comment