Monday, November 22, 2010

Keistimewaan sholat Dhuha

Nabi SAW bersabda: “dalam
tubuh manusia terdapat 360
ruas tulang dan manusia harus
melakukan amal terhadap
satu sama lainnya ”. Mereka
bertanya: ”Siapa yang bisa
melakukannya, wahai
Rasulullah …??” Nabi SAW
menanggapi: “Seseorang
dapat menutupinya dengan
getah yang seseorang lainnya
temukan di Mesjid atau
memindahkan sesuatu yang
berbahaya dari jalanan. Jika
seseorang tidak bisa
melakukannya, dia dapat
melakukan sholat 2 raka ’at
pada waktu Dhuha dan itu
sudah cukup baginya ”.
Keagungan dari poin hadits
diatas, keistimewaan dan
keutamaan dari sholat Dhuha,
dikatakan sah jika dilakukan
sebanyak 2 raka ’at, dimana,
sesuai dengan 360 amalan.
Sesuatu seperti ini seharusnya
dilakukan dengan secara teratur
dan gigih. Abu Hurairah
berkata: “Sahabatku
(Muhammad) menyarankan
kepadaku untuk melakukan 3
perkara: berpuasa 3 hari setiap
bulan, mendirikan sholat dhuha,
dan sholat witir sebelum
tidur ” (Bukhari dan Muslim)
Dhuha adalah sholat untuk
meminta rezeki dan siapapun
yang berharap untuk
mendapatkan sesuatu harus
mekaksanakan sholat ini, ketika
seseorang tidak benar2
melakukan kesalahannya itu.
Abu Sai ’id melaporkan: “Nabi
(SAW) melakukan sholat Dhuha
hingga kita berfikir jika Baginda
Rasul tidak pernah meninggalkan
sholat tsb. Dan Baginda Rasul
akan meninggalkan sholat
Dhuha sehingga kita menyangka
bahwa Beliau sudah tidak
melakukan sholat tersebut”.
(Tirmidzi)
Waktu sholat Dhuha dimulai
ketika bayangan matahari
sepanjang galah diatas kaki langit
dan terus berlanjut hingga ke
garis bujur (meridian). Lebih baik
lagi ditunda hingga matahari
tinggi dan hari semakin panas.
Zaid ibn Arqam menambahkan:
“ Rasulullah (SAW) mendatangi
orang2 Quba, dan mereka
melakukan sholat Dhuha, dan
Beliau berkata: “Sholat nya
mereka yang berserah diri
seharusnya memperhatikan
ketika anak muda menyapih
unta merasakan teriknya
matahari ”. (Ahmad, Muslim dan
Tirmidhi)
Jumlah minimal raka’at sholat
Dhuha adalah 2 raka’at. Yang
paling sering dilakukan oleh
Baginda Rasul (SAW) adalah 8
raka ’at. Umm Hani menceritakan
bahwa Baginda Rasul (SAW)
melaksanakan 8 raka ’at sholat
Dhuha dan membuat taslim
setiap setelah 2 rokaat.
Setelah menyempurnakan
sholat, disarankan untuk
membaca do ’a:
"Allahumma inna dhuha-a-
dhuhauka, wal baha-a-
bahauka, waljamala jamaluka,
walquwwata quwwatuka,
walqudratuka, wal ismata
ismatuka. Allahumma inkana
rizqi fissamai fa anzilhu,
wainka fil ardhi fa akhrijhu,
wainkana mu'assaron
fayassirhu, wainkana haraman
fatahhirhu, wainkana ba'idan
faqarribu, bihaqqi dhuhaika
wabahaika wajamalika
waquwwatika waqudratika
atini ma ataita
'ibadikassalihin"
Artinya:
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya
waktu dhuha adalah waktu
dhuha-Mu, keagungan adalah
keagunan-Mu, keindahan adalah
keindahan-Mu, kekuatan adalah
kekuatan-Mu, penjagaan adalah
penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku,
apabila rezekiku berada di atas
langit maka turunkanlah, apabila
berada di dalam bumi maka
keluarkanlah, apabila sukar
mudahkanlah, apabila haram
sucikanlah, apabila jauh
dekatkanlah dengan kebenaran
dhuha-Mu, kekuasaan-Mu
(Wahai Tuhanku), datangkanlah
padaku apa yang Engkau
datangkan kepada hamba-
hambaMu yang soleh ”.
Semoga Allah SWT memberikan
kekuatan kepada kita untuk
melakukan sholat Dhuha.

No comments:

Post a Comment