Thursday, November 25, 2010

Inilah Saat - Saat Pria Enggan Bercinta

Inilah Saat - Saat Pria Enggan
Bercinta - Selama ini kaum
pria dianggap selalu
memikirkan seks dan tidak
akan menolak ketika diajak
bercinta. Well, ternyata
anggapan seperti itu tak
selalu benar lho.
Ternyata ada saat-saat tertentu
kaum pria tak tertarik
melakukan hubungan intim dan
cenderung enggan
melakukannya. Kapan dan
mengapa ya?
* Pengobatan
Obat antidepresan dan untuk
penurun tekanan darah
seringkali menjadi penyebab
hilangnya gairah bercinta laki-
laki. Hal ini juga dituding menjadi
pemicu munculnya disfungsi
seksual pada kaum adam.
* Kurang tidur
Saat laki-laki berusia puber atau
dua puluhan, keinginan
melakukan seks kadang melebihi
minat tidur, apalagi jika baru saja
memulai hubungan. Namun
seiring pertambahan umur dan
hubungan itu sendiri, minat
bercinta juga surut. Apalagi jika
kelelahan dan kurang tidur.
* Kadar hormon
Stimulan fisiologis terpenting
terhadap minat seksual adalah
hormon testosteron. Terlalu
banyak prolaktin dan SHBG (sex
hormone binding globulin) dapat
menekan hasrat bercinta. Jadi
jika alasan hormon menjadi
biang masalah, maka tes darah
untuk mengecek kandungan
hormon testosteron, prolaktin,
SHBG dibutuhkan
* Masalah identitas
Saat laki-laki mengalami
ketidakpastian mengenai
perannya di dunia, minatnya
pada seks juga ikut padam.
Depresi kerap dihubungkan
dengan hal ini, namun tidak
selalu. Masalah identitas bisa
menjadi kendala bercinta saat
dia kehilangan pekerjaan, salah
satu anggota keluarga
meninggal, serta pertanyaan
mengenai orientasi seksualnya.
* Aspek lain
Laki-laki memilih tidak
melakukan seks jika ada hal-hal
tertentu yang 'menyinggung
perasaan'. Misalnya pasangan
yang suka mencela, misalnya.
* Beda pendapat dengan
pasangan
Laki-laki juga bisa
'mutung' (ngambek) jika beda
pendapat dengan pasangan, dan
melampiaskannya dalam aksi
'puasa bercinta.' Sebagian laki-
laki memilih 'menghukum'
pasangan dengan tidak
melakukan aktivitas di tempat
tidur hingga konflik teratasi.
* Stres
Stres hampir selalu menjadi
penghambat utama urusan
bercinta. Stres ini bisa mewujud
berbagai bentuk, misalnya
kesulitan keuangan, sakit pada
anggota keluarga, perubahan di
tempat kerja, dilema keluarga
dan isu yang melibatkan
keluarga besar. Tentu saja masih
ada hal lain yang berpotensi
sebagai sumber stres selain yang
disebutkan tadi.
* Terlalu sering masturbasi
Laki-laki yang terlalu asyik
masturbasi kadang tidak
membutuhkan 'lawan main'
dalam memuaskan libidonya.
Topik ini kian mengemuka
terutama sejak internet
berkembang pesat, khususnya
cybersex. Laki-laki suka
berimajinasi dengan sosok yang
mereka temukan di majalah,
internet atau video. Akan jadi
masalah jika mereka melupakan
pasangan 'nyata' di dunia nyata.
* Takut keintiman
Mungkin tampak aneh, namun
sejatinya sejumlah laki-laki yang
takut keintiman karena
pengalaman tak menyenangkan
di masa lalu.
* Fungsi seksual terganggu
Sejumlah laki-laki yang
mengalami disfungsi ereksi atau
ejakulasi dini, atau bahkan
ejakulasi lama, akan menghindari
seks dengan pasangan.
Ketimbang gagal sebelum
'berperang' para laki-laki ini
lebih suka tidak memulainya
sama sekali.
Nah, saat pasangan anda
menghindari seks, cara optimal
untuk mengajaknya untuk
kembali bercinta dengan Anda
adalah menjauhkan kritik yang
sifatnya menjatuhkan atau
'mencela' kejantanannya.
Dibantu dengan informasi akurat
dan pakar seks, sebagian besar
kasus penghindaran seks seperti
di atas bisa lumayan
terselesaikan. ( astaga.com )

Wednesday, November 24, 2010

Adab Islami Menggauli Isteri Pada Malam Pertama

Adab Islami Menggauli Isteri
Pada Malam Pertama. Malam
pengantin bagi pasangan
suami istri hendaklah penuh
dengan suasana kelembutan,
kasih sayang dan kesenangan.
Malam yang menghubungkan
suami dengan istrinya dengan
tali kasih sayang dan cinta dan
dapat menghilangkan
kecemasan dan ketakutan
serta menjadikan istrinya
merasa tenang dengannya.
Berikut beberapa adab yang
disebutkan didalam warisan kita
untuk membentuk kehidupan
baru, semoga bermanfaat :
1.Kebenaran niat
Hendaklah niat suami istri untuk
menikah adalah untuk menjaga
kehormatannya, berdasarkan
sabda Rasulullah saw, ” Tiga
orang yang memiliki hak atas
Allah menolong mereka :
seorang yang berjihad di jalan
Allah, seorang budak (berada
didalam perjanjian antara dirinya
dengan tuannya) yang
menginginkan penunaian dan
seorang menikah yang ingin
menjaga kehormatannya. ” (HR.
Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan
Hakim dari hadits Abu Hurairoh)
2. Berhias dan mempercantik
diri.
Hendaknya seorang istri
mempercantik dirinya dengan
apa-apa yang dibolehkan Allah
swt. Pada dasarnya hal ini
dibolehkan kecuali terhadap
apa-apa yang diharamkan oleh
dalil seperti mencabuti alis dan
bulu diantara keduanya atau
mengeroknya, menyambung
rambut dengan rambut lain,
mentato, mengikir gigi agar lebih
cantik. Diharamkan baginya juga
mengenakan pakaian yang
diharamkan baik pada malam
pengantin maupun di luar
malam itu. Diperbolehkan
baginya menghiasi dirinya
dengan emas dan perak
sebagaimana biasa dikenakan
kaum wanita.
Begitu juga dengan si suami
hendaknya memperhias dirinya
untuk istrinya karena hal ini
merupakan bagian dari
menggaulinya dengan cara yang
baik. Firman Allah swt : “ Akan
tetapi para suami, mempunyai
satu tingkatan kelebihan
daripada isterinya. ” (QS. Al
Baqoroh : 228)
Namun demikian hendaknya
upaya menghias diri ini tetap
didalam batasan-batasan yang
dibenarkan. Tidak dibolehkan
baginya mengenakan cincin emas
kecuali perak. Tidak dibolehkan
baginya mencukur jenggot,
memanjangkan pakaiannya
hingga ke tanah, mengenakan
sutera kecuali tehadap apa-apa
yang dikecualikan syariat.
3. Lemah lembut terhadap
istrinya saat menggaulinya
Diriwayatkan oleh Ahmad
didalam al Musnad dari Asma
binti Yazid bin as Sakan berkata,
” Aku pernah merias Aisyah
untuk Rasulullah saw lalu aku
mendatangi beliau saw dan
mengajaknya untuk melihat
kecantikan Aisyah. Beliau saw
pun mendatanginya dengan
membawa segelas susu lalu
beliau meminumnya dan
memberikannya kepada Aisyah
maka Aisyah pun menundukkan
kepalanya karena malu. Asma
berkata,”Maka aku menegurnya.
” Dan aku katakan kepadanya, ”
Ambillah (minuman itu) dari
tangan Nabi saw. ” Asma
berkata, ” Maka Aisyah pun
mengambilnya lalu meminumnya
sedikit. ”
4. Mendoakan istrinya.
Hendaklah suami meletakkan
tangannya di kening istrinya dan
mengatakan seperti yang
disabdakan Rasulullah saw, ”
Apabila seorang dari kalian
menikah dengan seorang wanita
atau membeli seorang pembantu
maka hendaklah memegang
keningnya lalu menyebut nama
Allah azza wa jalla dan berdoa
memohon keberkahan dengan
mengatakan : Allahumma Innii
Asaluka Min Khoiriha wa Khoiri
Ma Jabaltaha Alaihi. Wa Audzu
bika Min Syarri wa Syarri Ma
Jabaltaha Alaih—Wahai Allah
sesungguhnya aku memohon
kepada-Mu kebaikannya dan
kebaikan dari apa yang Engkau
berikan kepadanya serta Aku
berlindung kepada-Mu daripada
keburukannya dan keburukan
yang Engkau berikan
kepadanya.. ”
5. Melaksanakan shalat dua
rakaat
Diriwayatkan Ibnu Syaibah dari
Ibnu Masud, dia mengatakan
kepada Abi Huraiz,”Perintahkan
dia untuk shalat dua rakaat
dibelakang (suaminya) dan
berdoa, ” Allahumma Barik Lii fii
Ahlii dan Barik Lahum fii.
Allahummajma’ Bainanaa Ma
Jama’ta bi Khoirin wa Farriq
Bainana idza Farroqta bi Khoirin
—Wahai Allah berkahilah aku
didalam keluargaku dan
berkahilah mereka didalam
diriku. Wahai Allah satukanlah
kami dengan kebaikan dan
pisahkanlah kami jika Engkau
menghendaki (kami) berpisah
dengan kebaikan pula. ”
6. Apa yang dikatakan ketika
melakukan jima’ atau saat
menggauli istrinya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas
bahwa Nabi saw bersabda, ”
Apabila seorang dari kalian
mendatangi istrinya maka
hendaklah dia
berdoa,”Allahumma Jannibna asy
Syaithon wa Jannib asy Syaithon
Ma Rozaqtana—Wahai Allah
jauhilah kami dari setan dan
jauhilah setan dari apa-apa yang
Engkau rezekikan kepada kami—
sesungguhnya Allah Maha
Mampu memberikan buat
mereka berdua seorang anak
yang tidak bisa dicelakai setan
selamanya. ”
7. Diharamkan baginya
menyiarkan hal-hal yang
rahasia diantara suami istri
Diriwayatkan oleh Ahmad dari
Asma binti Yazid yang saat itu
duduk dekat Rasulullah saw
bersama dengan kaum laki-laki
dan wanita lalu beliau saw
bersabda, ” Bisa jadi seorang
laki-laki menceritakan apa yang
dilakukannya dengan istrinya
dan bisa jadi seorang istri
menceritakan apa yang
dilakukannya dengan suaminya.”
Maka mereka pun terdiam. Lalu
aku bertanya, ” Demi Allah
wahai Rasulullah sesungguhnya
kaum wanita melakukan hal itu
begitu juga dengan kaum laki-
laki mereka pun melakukannya.”
Beliau saw bersabda,”Janganlah
kalian melakukannya.
Sesungguhnya hal itu bagaikan
setan laki-laki berhubungan
dengan setan perempuan di
jalan lalu (setan laki-laki)
menutupi (setan perempuan)
sementara orang-orang
menyaksikannya. ”
8. Berwudhu diantara dua
jima’ meskipun mandi adalah
lebih utama
Apabila seorang laki-laki
menggauli istrinya lalu dia ingin
kembali mengulanginya maka
yang paling utama baginya
adalah berwudhu sehingga
dapat mengembalikan
tenaganya, sebagaimana yang
diriwayatkan oleh Muslim dari
Abi Said al Khudriy berkata, ”
Rasulullah saw bersabda,’Apabila
seorang dari kalian menggauli
istrinya kemudia dia ingin
mengulanginya lagi maka
berwudhulah diantara kedua
(jima) itu. ”
Didalam sebuah riwayat, ”
Seperti wudhu hendak shalat. ”
(HR. Muslim) Abu Naim
menambahkan,” Sesungguhnya
hal itu akan mengembalikan
tenagannya.”
Mandi lebih utama, sebagaimana
diriwayatkan oleh Abu Daud dari
Rafi’ bahwa Nabi saw
mengelilingi para istrinya dan
mandi ketika (hendak menggauli)
istri yang ini dan juga dengan
yang istri ini. dia berkata, ” Aku
bertanya kepadanya,’Wahai
Rasulullah apakah tidak cukup
hanya dengan sekali mandi?’
beliau saw menjawab,”Ini lebih
suci. Lebih wangi dan lebih
bersih. ”
Seyogyanya bagi orang yang
ingin tidur dalam keadaan junub
hendaknya berwudhu dengan
wudhu seperti untuk shalat
terlebih dahulu, sebagaimana
diriwayatkan oleh Bukhori dan
Muslim dari Ibnu Umar bahwa
Umar berkata,” Wahai Rasulullah
apakah seorang dari kami tidur
sementara dia dalam keadaan
junub?’ beliau saw
menjawab,”Ya, hendaklah dia
berwudhu.” Didalam sebuah
riwayat,” Berwudhu dan cucilah
kemaluanmu lalu tidurlah. ”
Wudhu ini merupakan sebuah
anjuran dan bukan sebuah
kewajiban, sebagaimana
diriwayatkan oleh Umar ketika
bertanya kepada Rasul saw, "
Apakah seorang dari kami tidur
sementara dirinya junub?” beliau
saw menjawab,”Ya dan
hendaklah dirinya berwudhu jika
mau. ”. Diriwayatkan oleh
Ashabus Sunan dari Aisyah
berkata, ” Rasulullah saw pernah
tidur dalam keadaan junub
tanpa menyentuh air hingga dia
terbangun setelah itu dan mandi.

Dibolehkan pula untuk
bertayammum, sebagaimana
diriwayatkan oleh Baihaqi dari
Aisyah berkata, ” Rasulullah saw
jika dirinya junub dan hendak
tidur maka dia berwudhu atau
bertayammum. ”
9. Mandi berduaan
Dibolehkan bagi suami istri untuk
mandi secara bersama-sama
dalam satu wadah, sebagaimana
diriwayatkan oleh Bukhori dan
Muslim dari Aisyah berkata,” Aku
mandi bersama Rasulullah saw
dari satu wadah antara diriku
dengan dirinya. Tangan kami
saling bergantian berebutan
sehingga aku mengatakan, ”
tinggalkan (sedikit air) buatku,
tinggalkan buatku.” Dia berkata,
” Mereka berdua dalam keadaan
junub. ”
Dari hadits diatas maka
diperbolehkan keduanya
telanjang dan saling melihat
aurat satu dengan yang lainnya.
Didalam hdits yang diriwayatkan
oleh Abu Daud dan Ibnu Majah
dari Muawiyah bin Haidah
berkata,” Aku berkata,’Wahai
Rasulullah. Apa yang dibolehkan
dan dilarang dari aurat kami?’
beliau menjawab,”Jagalah
auratmu kecuali terhadap istri
atau budakmu. ” Maka
dibolehkan bagi salah seorang
dari pasangan suami istri untuk
melihat seluruh badan
pasangannya dan menyentuhnya
hingga kemaluannya
berdasarkan hadits ini, karena
kemaluan adalah tempat
kenikmatan maka dibolehkan
melihat dan menyentuhnya
seperti bagian tubuh lainnya.
10. Bersenda gurau dengan
istri
Dibolehkan bersenda gurau dan
bermain-main dengan istrinya di
tempat tidur, sebagaimana
sabdanya saw, ”… Mengapa
bukan dengan gadis maka
engkau bisa bermain-main
dengannya dan dia bisa
bermain-main denganmu. ” (HR.
Bukhori dan Muslim) dan
didalam riwayat Muslim,”Engkau
bisa bahagia dengannya dan dia
bisa bahagia denganmu.”
Diantara senda gurau dan
mempergaulinya dengan baik
adalah ciuman suami walaupun
bukan untuk jima’. Rasulullah
saw mencium dan menyentuh
istri-istrinya meskipun mereka
dalam keadaan haidh atau
beliau mencium dan
menyentuhnya meski beliau
sedang dalam keadaan puasa.
Sebagaimana terdapat didalam
ash Shahihain dan lainnya dari
Aisyah dan Maimunah bahkan
juga diriwyatkan oleh Ahmad
dan Abu Daud dari Aisyah
berkata, ” Nabi saw mencium
sebagian istri-istrinya kemudian
beliau keluar menuju shalat dan
tidak berwudhu lagi. ” Ini sebagai
dalil bahwa mencium istri
tidaklah membatalkan wudhu.
11. Dibolehkan ‘Azl
Dibolehkan bagi seorang suami
untuk melakukan ‘azl yaitu
mengeluarkan air maninya di
luar kemaluan istrinya,
sebagaimana diriwayatkan oleh
Bukhori dan Muslim dari Jabir
bin Abdullah berkata, ” Kami
melakukan ‘azl sementara al
Qur’an masih turun.” Didalam
sebuah riwayat, ” Kami
melakukan ‘azl pada masa
Rasulullah saw dan hal ini
sampai kepada Nabi saw dan
beliau saw tidaklah melarangnya.

Meskipun demikian yang paling
utama adalah meninggalkan ‘azl
karena hal itu dapat mengurangi
kenikmatan baginya dan bagi
istrinya dan karena hal itu juga
dapat menghilangkan tujuan dari
pernikahan yaitu memperbanyak
keturunan umat ini, berdasarkan
sabda Rasulullah saw, ”
Nikahilah oleh kalian (wanita-
wanita) yang dapat
mendatangkan anak lagi
mendatangkan kasih sayang.
Sesungguhnya aku akan
membanggakan banyaknya
(jumlah) kalian dihadapan semua
umat pada hari kiamat. ”
Akan tetapi tidak diperbolehkan
bagi seorang muslim melakukan
‘azl selamanya karena dapat
membatasi dan mencegah
keturunan…..
12. Mengunjungi kerabat pada
pagi harinya
Dianjurkan baginya pada pagi
harinya untuk mengunjungi
kaum kerabatnya yang telah
memenuhi undangannya..
berdasarkan hadits Anas
berkata, ” Rasulullah saw
mengadakan pesta saat menikah
dengan Zainab. Kaum muslimin
dikenyangkan dengan roti dan
daging. Kemudian beliau saw
keluar menemui ibu-ibu kaum
mukminin (istri-istrinya saw) dan
mengucapkan salam kepada
mereka, mendoakan mereka dan
mereka pun menyambut
salamnya dan mendoakannya,
beliau lakukan itu pada pagi hari
setelah malam pengantinnya.
” (http://www.saaid.net)

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Sperma

Meningkatkan Kualitas dan
Kuantitas Sperma –
Memperhatikan kesehatan
sperma sangat penting bagi
pasangan yang tengah
berencana memiliki buah hati.
Sama halnya sel telur, kondisi
sperma menentukan tingkat
kesuburan.
Salah satu ciri sperma sehat
adalah jika jumlahnya mencapai
20 juta per mililiter sperma atau
air mani. Demi mempertahankan
kesehatan sperma, ada beberapa
hal yang perlu Anda tahu,
seperti dikutip dari laman
Methods Of Healing.
1. Olahraga
Ketika tubuh Anda selalu dalam
kondisi yang baik, jumlah
kandungan sperma Anda pun
akan baik. Mempertahankan
kondisi tubuh mudah dilakukan
dengan menerapkan olahraga
teratur.
2. Ejakulasi
Atur waktu ejakulasi. Tunggu
sampai tiga hari untuk ejakulasi
lagi. Ejakulasi terlalu sering bisa
memperburuk kualitas sperma.
3. Gizi seimbang
Dengan asupan nutrisi yang
tepat, seorang pria dewasa bisa
memaksimalkan kuantitas
sperma. Hindari makanan pedas.
Tingkatkan konsumsi sayuran
seperti bayam, brokoli,
asparagus, dan ganggang laut.
Juga buah-buahan seperti tomat,
semangka, jambu, dan anggur
merah.
4. Air Putih
Tak ada fungsi organ yang
berjalan normal saat tubuh
kekurangan air. Dalam kondisi
dehidrasi akibat kekurangan
cairan, produksi hormon
penghasil sperma akan
terhambat. Takaran ideal,
konsumsi air sedikitnya delapan
gelas per hari.
5. Pola hidup sehat
Selain asupan nutrisi, kesehatan
sperma juga dipengaruhi gaya
hidup. Demi kuantitas dan
kualitas sperma yang prima,
hindari stres, konsumsi rokok
dan alkohol. Kebiasan buruk
semacam itu bisa merusak
kualitas sperma. Pemakaian
celana dalam yang terlalu ketat
juga memperburuk kualitas
sperma.
6. Bercinta di pagi hari
Kebiasaan ini seringkali dijadikan
trik untuk mempercepat memiliki
momongan. Saat bangun tidur di
pagi hari, produksi sperma
berada di tingkat tertinggi.
7. Berat badan ideal
Berat badan berlebih bisa
memengaruhi kuantitas sperma.
Pilih menu-menu diet terbaik
yang menunjang perbaikan
kualitas kesehatan sperma.
Penurunan jumlah sperma bisa
terjadi karena sejumlah alasan.
Selain kebiasaan mengenakan
celana terlalu ketat, infeksi
dalam tubuh juga dapat
menurunkan kuantitas dan
kualitas sperma. Menjadi penting
berkonsultasi dengan dokter
karena konsumsi obat-obatan
jenis tertentu juga seringkali
memengaruhi kualitas sperma.

Tuesday, November 23, 2010

Duck Al’Orange (Bebek Panggang Saus Jeruk)

Bahan:
2 kg bebek, potong lehernya
1 sdt lada
1 sdt garam
2 btg daun bawang, potong
kasar
1 bh wortel, kupas, potong kasar
1 btg seledri, potong kasar
2 sdt mentega
250 ml jus jeruk
1 sdt gula pasir
3 bh kulit jeruk, buang kulit
airnya, sisihkan
Cara Membuat:
1. Lumuri bebek, dengan lada,
dan garam sampai rata.
2. Masukkan daun bawang,
wortel, seledri, dalam badan
bebek.
3. Panggang bebek, dengan suhu
180 derajat Celcius selama 45
menit atau sampai bebek matang
sambil sesekali diolesi dengan
mentega.
4. Saus: jus jeruk, gula pasir, dan
garam dimasak bersamaan
dengan api kecil hingga
mendidih.
5. Sajikan bebek dengan saus
jeruk.
Untuk 6 Orang
Resep: Culture Royale,
Kompleks TNI-AU Triloka
Pancoran, Jakarta 12520,
021-799-3161, Fax
(021-799-0556),
www.cultureroyale.com

Ayam bakar bali

Bahan:
1 ekor ayam, ptg 10 bagian
air secukupnya
penyedap rasa secukupnya
(kalau suka)
Bumbu:
1 sdm ketumbar
10 bh cabai rawit
5 bh cabai merah
1 cm terasi
3 siung bawang putih
1 sdt garam
3 sdm gula merah
2 sdm kecap manis
Pelengkap:
mentimun
kemangi
Cara Membuat:
1. Haluskan semua bumbu,
lumuri ke seluruh permukaan
ayam, tambahkan sedikit air dan
penyedap.
2. Masak ayam sambil diaduk
hingga bumbu meresap.
3. Bakar ayam sambil dibolak-
balik hingga matang.
4. Siram sisa bumbu ke atas
ayam lalu hidangkan dengan
nasi panas, kemangi dan
mentimun.
Untuk 5orang
Resep: Erwin Kuditawati,

Manfaat Kemiri

Pohon kemiri berasal dari
Maluku dan kadang ditemukan
tumbuh secara liar pada
ketinggian 150-1000 meter diatas
permukaan laut. Pohon tersebut
memiliki tinggi 10-40 meter,
daunnya bertangkai panjang
dengan dua kelenjar pada ujung
tangkai, helai daunnya
berbentuk bulat telur atau
lanset, dan hanya pada bagian
pangkal bertulang daun menjari.
Buahnya adalah buah batu
dengan bentuk bulat telur atau
bola. Bijinya berjumlah 1 atau 2
dengan kulit biji yang sangat
keras, berbentuk bulat agak
gepeng, berpenampang 2-3 cm,
warnanya hitam karena
penyerbukan.
Kemiri dapat berkhasiat untuk
mengobati buang air besar yang
mengandung darah, diare,
disentri, sakit perut, sembelit,
demam, sariawan, sakit gigi,
bisul, kapalan, rambut rontok,
dan dapat menyuburkan
rambut.
Untuk buang air besar yang
mengandung darah, gunakan 20
gram kulit batang kemiri direbus
dengan 400 cc air hingga tersisa
200 cc, saring dan airnya
diminum hangat-hangat.
Bila terserang disentri, gunakan
10 gram kulit batang kemiri
direbus dengan 400 cc air hingga
tersisa 200 cc, saring dan airnya
diminum hangat-hangat.
Untuk diare, gunakan 20 gram
kulit batang kemiri segar
ditumbuk halus lalu direbus
dengan 600 cc air hingga tersisa
300 cc, saring dan airnya
diminum 2 kali sehari. Setiap kali
minum sebanyak 150 cc.
Bila mengalami rambut rontok,
gunakan 60 gram daun lidah
buaya, dikupas kulitnya,
ditambah 30 gram daun
mangkokan dan 30 gram daun
waru muda kemudian
dihaluskan. Setelah itu,
tambahkan 50 gram minyak
kemiri hangat, aduk rata.
Kemudian oleskan pada kulit
kepala dan rambut hingga rata.
Diamkan beberapa saat dan bilas
hingga bersih.
Untuk memperkuat dan
memperbaiki tumbuhnya
rambut, gunakan 6 buah kemiri
ditumbuh halus, tambahkan air
secukupnya dan dimasak hingga
mengeluarkan minyak. Gosokkan
minyak tersebut pada kulit
kepala dan rambut hingga
merata. Lakukan 3 kali seminggu.
Bila menderita sakit gigi, gunakan
3 tetes getah daun kemiri
dilumaskan ke bagian yang sakit.
Lakukan sebanyak 3 kali
seminggu.
Jika terdapat bisul di tubuh,
gunakan 10 lembar daun pukul
empat, ditambah 15 lembar
daun kangkung dihaluskan,
tambahkan minyak kemiri dan
minyak kelapa secukupnya. Aduk
rata lalu dioleskan pada bisul.
Lakukan 2 kali sehari.
Untuk mengatasi sembelit,
gunakan 1 buah kemiri,
ditambah 2 siung bawah merah,
30 gram daun urang aring, 10
gram kayu manis, 5 gram
pulosari, 6 gram adas, dan
setengah sendok teh garam.
Semua bahan dihaluskan dan
direbus dengan 800 cc air hingga
tersisa 400 cc. Saring dan airnya
diminum 2 kali sehari. Setiap kali
minum 200 cc.
Bila anak mengalami demam,
gunakan minyak kemiri
secukupnya, lalu tambahkan 15
gram akar pulutan direbus
dengan air secukupnya hingga
mendidih. Kemudian minum
ramuan tersebut ketika masih
hangat.

Probiotik untuk Pencernaan yang Baik

Probiotik akan membantu
menjaga kesehatan usus yang
lebih baik. Dengan probiotik
pula, jumlah bakteri baik di
dalam usus akan meningkat,
sementara jumlah bakteri
merugikan akan ditekan.
Tahukah Anda bahwa bakteri
ada di mana-mana, bahkan di
dalam tubuh kita? Bakteri bisa
masuk ke dalam tubuh melalui
berbagai jalan, misalnya melalui
makanan yang kita asup sehari-
hari. Bakteri sendiri sebetulnya
merupakan organisme bersel
satu yang sangat kecil dan hanya
dapat dilihat dengan bantuan
mikroskop. Seperti juga makhluk
hidup lain, bakteri
membutuhkan makanan, air,
dan suhu yang sesuai untuk
hidup dan berkembang biak.
Terkadang, mereka hidup damai
dengan sesamanya, tetapi
terkadang juga berperang untuk
memperebutkan makanan dan
tempat hidup. Sebagai ilustrasi,
pada saat kondisi tubuh kita
bagus, maka bakteri baguslah
yang akan mendominasi, dan
sebaliknya.
“Tempat yang paling nyaman
buat bakteri adalah di dalam
usus, ” kata Deputy Director PR
Science Yakult Indonesia,
Jimmy Hariantono, Ph.D. , Tak
heran jika jumlah bakteri di
dalam usus kita pun sangat
banyak, yakni 100 triliun!
Bandingkan dengan jumlah sel
tubuh yang “hanya” 50 triliun.
Bakteri-bakteri ini hidup di
membran mukosa, sebuah
lapisan selembut beludru yang
menempel di dinding usus.
Setiap makanan yang dikonsumsi
manusia akan dicerna mulai dari
lambung dengan bantuan asam
lambung lalu diserap ke usus
halus dan usus besar. Di usus
besar makanan akan diserap dan
sisa ampas akan dibuang sebagai
tinja. Dalam usus besar, bakteri
‘ baik’ seperti Bifidobacteria dan
Lactobacillius akan menghambat
perkembangan bakteri
merugikan seperti
Staphylococcus dan beberapa
bakteri E. coli.
3 Kategori
Bakteri-bakteri tersebut terbagi
ke dalam 3 kategori, yaitu
kategori bakteri merugikan,
bakteri oportunis, dan bakteri
baik. Bifidobacteria adalah salah
satu contoh bakteri baik di
dalam usus. Mereka berperan
membentuk ketahanan usus
terhadap kolonisasi bakteri
patogen/merugikan. Bakteri baik
yang lain, adalah L.casei Shirota
strain yang ditemukan tahun
1930 oleh Dr. Minoru Shirota
dari Kyoto University Jepang.
Contoh bakteri merugikan
antara lain Helicobacter pylori,
yang sangat tahan terhadap
asam. Bakteri ini banyak
ditemukan hidup dalam lambung
orang dewasa dan kini diketahui
sebagai salah satu penyebab
tukak lambung. Sementara
bakteri oportunis cenderung
mengikuti ke mana “arah” angin
berhembus. Bila jumlah bakteri
baik lebih banyak, ia akan ikut
menjadi baik, sementara bila
bakteri merugikan lebih banyak,
ia pun akan berubah menjadi
merugikan.
Perubahan keseimbangan antara
bakteri ‘baik’ dan merugikan
dalam tubuh akan menimbulkan
gangguan kesehatan, seperti
kembung, diare, konstipasi, dan
lainnya. Penyebabnya, jumlah
bakteri merugikan lebih banyak
daripada bakteri baik di dalam
usus, yang salah satunya bisa
disebabkan oleh asupan yang
tak terjaga higienitasnya sehingga
tercemar bakteri.
Pentingnya Probiotik
Bagaimana caranya agar jumlah
bakteri baik lebih banyak
ketimbang bakteri merugikan?
Salah satu caranya adalah
dengan menjalankan gaya hidup
(lifestyle ) yang baik, seperti
cukup istirahat, makan gizi
seimbang, cukup olahraga, serta
mampu mengendalikan diri
supaya tidak stres. “Ini akan
membantu meningkatkan jumlah
bakteri baik dan membawa
kondisi tubuh kita tetap baik, ”
jelas Jimmy. Cara lainnya adalah
dengan mengonsumsi probiotik
yang mengandung L.casei
Shirota strain.
Probiotik berasal dari kata
probios, yang dalam ilmu biologi
berarti untuk kehidupan.
Probiotik adalah pangan yang
mengandung mikroorganisme
hidup yang secara aktif
meningkatkan kesehatan dengan
cara memperbaiki keseimbangan
flora usus jika dikonsumsi dalam
keadaan hidup dalam jumlah
yang memadai. Intinya, probiotik
adalah pangan yang
mengandung bakteri baik.
Konsumsi probiotik yang
mengandung bakteri baik L.casei
Shirota strain memberikan
banyak keuntungan. Selain
membantu menekan
pertumbuhan bakteri merugikan
di dalam pencernaan, juga
membantu memacu bakteri baik
agar bisa berkembang biak lebih
banyak dalam usus, sehingga
kondisi sistem pencernaan
menjadi lebih baik. Pencernaan
yang sehat akan memengaruhi
kondisi tubuh secara
keseluruhan. Probiotik juga
membantu bakteri baik memiliki
lingkungan yang lebih kondusif
yang akan membantu menjaga
kondisi tubuh.
Tombol On-Off
Asupan probiotik yang
mengandung L.casei Shirota
strain juga akan memberikan
sinyal pada tubuh untuk selalu
siaga menghadapi kuman yang
hendak masuk ke dalam tubuh.
Di permukaan usus halus,
terdapat bagian yang disebut
peyer ’s patches yang berisi
20-30 kelenjar getah bening.
Peyer ’s patch ini mirip tombol
on-off pada sakelar listrik.
Ketika bakteri baik lewat dan
“ menyentuhnya”, maka peyer’s
patch ini akan menginstruksikan
ke tubuh supaya bersiap-siap
bertahan melawan bibit penyakit
atau kuman yang masuk dari
luar. “Nah, sinyal ini akan dibawa
oleh darah ke seluruh tubuh,
dari ujung kaki sampai ujung
kepala. Kalau sel tubuh siaga,
maka ia akan memproduksi sel-
sel kekebalan tubuh, ” lanjut
Jimmy.
Probiotik yang mengandung
L.casei Shirota strain juga tidak
memiliki efek samping yang
merugikan, meskipun dikonsumsi
dalam jumlah yang banyak.
Kalaupun konsumsinya
berlebihan, probiotik akan
dikeluarkan lewat kotoran atau
tinja. “Probiotik juga baik
dikonsumsi siapa saja, dari anak-
anak hingga orang dewasa, ” kata
Jimmy.

Manfaat Kacang Hijau

Apakah Anda termasuk
penggemar kacang hijau? Benar
sekali, ada berbagai makanan
yang dibuat dengan mengolah
kacang hijau ini. Mulai dari
penganan ringan sampai bubur
kacang hijau. Selain rasanya
enak ternyata manfaatnya juga
banyak bagi kesehatan.
Kacang hijau (Phaseolus aureus)
memiliki kandungan protein yang
cukup tinggi dan merupakan
sumber mineral penting,
Kacang hijau (Phaseolus aureus)
memiliki kandungan protein yang
cukup tinggi dan merupakan
sumber mineral penting, karena
mengandung kalsium dan fosfor
yang sangat diperlukan tubuh.
Sedangkan kandungan lemaknya
merupakan asam lemak tak
jenuh, sehingga aman
dikonsumsi oleh orang yang
memiliki masalah kelebihan berat
badan.
Kacang hijau juga merupakan
sumber protein nabati terbaik.
Kalsium dan Fosfor yang
terkandung dalam kacang hijau
bermanfaat untuk memperkuat
tulang.
Sedangkan bagi orang yang ingin
menghindari konsumsi lemak
tinggi kacang hijau juga tepat.
Lemak kacang hijau tersusun
atas 73% asam lemak tak jenuh
dan 27% asam lemak jenuh.
Umumnya kacang-kacangan
memang mengandung lemak tak
jenuh tinggi. Asupan lemak tak
jenuh tinggi penting untuk
menjaga kesehatan jantung.
Dalam kacang hijau juga
terkandung Vitamin B1 (tiamin)
yang baik untuk pertumbuhan.
Karena kekurangan vitamin B1
dapat mengganggu proses
pencernaan makanan dan
selanjutnya dapat berdampak
buruk bagi pertumbuhan.
Dengan meningkatkan asupan
bahan makanan yang banyak
mengandung vitamin B1, seperti
kacang hijau, hambatan
pertumbuhanpun dapat
diperbaiki.
Dan tidak hanya kacang hijau
saja yang bermanfaat,
kecambahnya juga memiliki
manfaat. Antioksidan yang
terkandung di dalamnya dapat
membantu memperlambat
proses penuaan dan mencegah
penyebaran sel kanker.
Kandungan vitamin E membantu
meningkatkan kesuburan. Sangat
baik untuk menjaga keasaman
lambung dan memperlancar
pencernaan karena bersifat
alkalis (basa). Untuk kecantikan,
yaitu membantu meremajakan
dan menghaluskan kulit,
menghilangkan noda-noda hitam
pada wajah, menyembuhkan
jerawat, menyuburkan rambut
dan melangsingkan tubuh. [L1]

Monday, November 22, 2010

Mengapa Manusia Perlu Sholat?

Setelah seharian yang panjang
dan sibuk dalam bekerja,
seberapa sulit bagi seseorang
yang sudah lelah bahkan untuk
berdiri di atas sajadah sholat dan
berkonsentrasi pada sholatnya
untuk Allah S.W.T?
Berselimut dalam tempat tidur
yang hangat dan nyaman,
seberapa sulit untuk bangun
ketika mendengar panggilan
mu'azin: "Marilah sholat, mari
mencapai kesuksesan."
Dokter dan filsuf ternama Ibnu
Sina (Avicenna) mengingat
kembali akan satu moment di
dalam hidupnya. Di satu malam
yang dingin dan sedingin es, dia
dan budaknya sedang
beristirahat di suatu penginapan
di bagian wilayah Khurasan.
Pada malam tersebut dia merasa
kehausan dan berteriak kepada
budaknya untuk mengambilkan
dia air. Budaknya tidak memiliki
semangat untuk beranjak dari
tempat tidurnya yang hangat,
sehingga dia berpura-pura tidak
mendengar panggilan Ibnu Sina.
Tetapi, akhirnya, setelah
mendengar panggilan lagi, dia
bergegas berdiri dan
mengambilkan air. Selang
beberapa saat kemudian, suara
melodi azan terdengar di udara.
Ibnu Sina mulai berpikir akan
orang ini, yang memanggil
orang-orang beriman untuk
sholat. Budakku Abdullah, dia
terinspirasi, selalu menghormati,
dan mengagumiku. Dia
mengambil beberapa
kesempatan untuk memuji dan
mengasihiku, tetapi malam ini,
dia lebih memilih kenyamanan
dirinya sendiri dibandingkan
memenuhi kebutuhanku. Di lain
pihak, lihat budak Persia Allah
ini. Dia meninggalkan
kehangatan tempat tidurnya
untuk pergi di tengah malam
yang sangat dingin. Dia
berwudhu dengan air yang
sedingin es, dan dia naik ke
tempat tertinggi di mesjid untuk
mengagungkan Allah kepada
siapa dia melayani.
"Aku bersaksi tiada yang
patut disembah kecuali Allah.
Aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah utusan
Allah."
Malam ini, Ibnu Sina mencatat,
aku mempelajari esensi dari cinta
sejati; yaitu cinta yang
menghasilkan kepatuhan yang
lengkap. Cinta kepada Allah
harus total dan kepatuhan tanpa
syarat.
Allah S.W.T. berfirman:
"Katakanlah (wahai
Muhammad S.A.W. kepada
manusia): "Jika kamu
(sungguh) mencintai Allah
maka ikutilah aku (yaitu:
menerima Islam agama
Tunggal, mengikuti Al-Qur'an
dan Sunnah), niscaya Allah
akan mencintaimu dan
mengampuni dosa-dosamu.
Allah Maha Pengampun, Maha
Penyayang."
(QS. 3:31)

Keistimewaan sholat Dhuha

Nabi SAW bersabda: “dalam
tubuh manusia terdapat 360
ruas tulang dan manusia harus
melakukan amal terhadap
satu sama lainnya ”. Mereka
bertanya: ”Siapa yang bisa
melakukannya, wahai
Rasulullah …??” Nabi SAW
menanggapi: “Seseorang
dapat menutupinya dengan
getah yang seseorang lainnya
temukan di Mesjid atau
memindahkan sesuatu yang
berbahaya dari jalanan. Jika
seseorang tidak bisa
melakukannya, dia dapat
melakukan sholat 2 raka ’at
pada waktu Dhuha dan itu
sudah cukup baginya ”.
Keagungan dari poin hadits
diatas, keistimewaan dan
keutamaan dari sholat Dhuha,
dikatakan sah jika dilakukan
sebanyak 2 raka ’at, dimana,
sesuai dengan 360 amalan.
Sesuatu seperti ini seharusnya
dilakukan dengan secara teratur
dan gigih. Abu Hurairah
berkata: “Sahabatku
(Muhammad) menyarankan
kepadaku untuk melakukan 3
perkara: berpuasa 3 hari setiap
bulan, mendirikan sholat dhuha,
dan sholat witir sebelum
tidur ” (Bukhari dan Muslim)
Dhuha adalah sholat untuk
meminta rezeki dan siapapun
yang berharap untuk
mendapatkan sesuatu harus
mekaksanakan sholat ini, ketika
seseorang tidak benar2
melakukan kesalahannya itu.
Abu Sai ’id melaporkan: “Nabi
(SAW) melakukan sholat Dhuha
hingga kita berfikir jika Baginda
Rasul tidak pernah meninggalkan
sholat tsb. Dan Baginda Rasul
akan meninggalkan sholat
Dhuha sehingga kita menyangka
bahwa Beliau sudah tidak
melakukan sholat tersebut”.
(Tirmidzi)
Waktu sholat Dhuha dimulai
ketika bayangan matahari
sepanjang galah diatas kaki langit
dan terus berlanjut hingga ke
garis bujur (meridian). Lebih baik
lagi ditunda hingga matahari
tinggi dan hari semakin panas.
Zaid ibn Arqam menambahkan:
“ Rasulullah (SAW) mendatangi
orang2 Quba, dan mereka
melakukan sholat Dhuha, dan
Beliau berkata: “Sholat nya
mereka yang berserah diri
seharusnya memperhatikan
ketika anak muda menyapih
unta merasakan teriknya
matahari ”. (Ahmad, Muslim dan
Tirmidhi)
Jumlah minimal raka’at sholat
Dhuha adalah 2 raka’at. Yang
paling sering dilakukan oleh
Baginda Rasul (SAW) adalah 8
raka ’at. Umm Hani menceritakan
bahwa Baginda Rasul (SAW)
melaksanakan 8 raka ’at sholat
Dhuha dan membuat taslim
setiap setelah 2 rokaat.
Setelah menyempurnakan
sholat, disarankan untuk
membaca do ’a:
"Allahumma inna dhuha-a-
dhuhauka, wal baha-a-
bahauka, waljamala jamaluka,
walquwwata quwwatuka,
walqudratuka, wal ismata
ismatuka. Allahumma inkana
rizqi fissamai fa anzilhu,
wainka fil ardhi fa akhrijhu,
wainkana mu'assaron
fayassirhu, wainkana haraman
fatahhirhu, wainkana ba'idan
faqarribu, bihaqqi dhuhaika
wabahaika wajamalika
waquwwatika waqudratika
atini ma ataita
'ibadikassalihin"
Artinya:
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya
waktu dhuha adalah waktu
dhuha-Mu, keagungan adalah
keagunan-Mu, keindahan adalah
keindahan-Mu, kekuatan adalah
kekuatan-Mu, penjagaan adalah
penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku,
apabila rezekiku berada di atas
langit maka turunkanlah, apabila
berada di dalam bumi maka
keluarkanlah, apabila sukar
mudahkanlah, apabila haram
sucikanlah, apabila jauh
dekatkanlah dengan kebenaran
dhuha-Mu, kekuasaan-Mu
(Wahai Tuhanku), datangkanlah
padaku apa yang Engkau
datangkan kepada hamba-
hambaMu yang soleh ”.
Semoga Allah SWT memberikan
kekuatan kepada kita untuk
melakukan sholat Dhuha.

AGAR KAMU LEBIH DICINTAI ALLAH SUBHANAHU WA TA ’ALAA

هريرة t قال : قال رسول
الله صلى الله عليه وسلم : "
المؤمن القوي، خير وأحب إلى
الله من المؤمن الضعيف ، وفي
كل خير احرص على ما ينفعك ،
واستعن بالله ولا تعجز ، وإن
أصابك شيء ، فلا تقل لو أني
فعلت كان كذا وكذا ، ولكن قل
قدر الله وما شاء فعل ، فإن لو
تفتح عمل الشيطان " ) رواه
مسلم )
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu
meriwayatkan bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Seorang mukmin
yang kuat lebih baik dan lebih
dicintai Allah daripada seorang
mukmin yang lemah, namun
pada masing-masingnya terdapat
kebaikan. Bersemangatlah untuk
meraih apa yang bermanfaat
bagimu, mintalah pertolongan
kepada Allah, dan jangan
bersikap lemah. Apabila sesuatu
menimpamu janganlah berkata,
‘ Seandainya dahulu aku berbuat
demikian niscaya akan begini dan
begitu. ’ Akan tetapi katakanlah,
‘Itulah ketetapan Allah dan
terserah Allah apa yang dia
inginkan maka tentu Dia
kerjakan. ’ Dikarenakan ucapan
’seandainya’ itu akan membuka
celah perbuatan syaitan.” (HR.
Muslim [2664] lihat Syarh
Nawawi, jilid 8 hal. 260).
Hadits yang mulia ini
menunjukkan beberapa hal:
Pertama:
Allah ta’ala memiliki sifat cinta
kepada sesuatu. Kecintaan Allah
kepada sesuatu bertingkat-
tingkat, kecintaan-Nya kepada
mukmin yang kuat lebih dalam
daripada kecintaan-Nya kepada
mukmin yang lemah.
Orang mukmin yang kuat adalah
orang yang menyempurnakan
dirinya dengan 4 hal;
[1] ilmu yang bermanfaat,
[2] beramal salih,
[3] saling mengajak kepada
kebenaran, dan
[4] saling menasihati kepada
kesabaran.
Adapun mukmin yang lemah
adalah yang belum bisa
menyempurnakan semua
tingkatan ini.
Kedua:
Kebaikan pada diri orang-orang
beriman itu bertingkat-tingkat.
Mereka terdiri dari tiga golongan
manusia.
Pertama - kaum As-Saabiqun ilal
Khairat, orang-orang yang
bersegera melakukan kebaikan-
kebaikan. Mereka adalah orang-
orang yang menunaikan amal
yang wajib maupun yang sunnah
serta meninggalkan perkara yang
haram dan yang makruh.
Kedua - kaum Al-Muqtashidun
atau pertengahan. Mereka itu
adalah orang yang hanya
mencukupkan diri dengan
melakukan kewajiban dan
meninggalkan keharaman.
Ketiga - Azh-Zhalimuna li
anfusihim. Mereka adalah orang-
orang yang mencampuri amal
kebaikan mereka dengan amal-
amal jelek.
Ketiga:
Perkara yang bermanfaat ada
dua macam; perkara keagamaan
dan perkara keduniaan.
Sebagaimana seorang hamba
membutuhkan perkara agama
maka ia juga membutuhkan
perkara dunia. Kebahagiaan
dirinya akan tercapai dengan
senantiasa bersemangat untuk
melakukan hal-hal yang
bermanfaat di dalam kedua
perkara tersebut.
Perkara yang bermanfaat dalam
urusan agama kuncinya ada 2;
ilmu yang bermanfaat dan
amal salih.
Ilmu yang bermanfaat adalah
ilmu yang membersihkan hati
dan ruh sehingga dapat
membuahkan kebahagiaan di
dunia dan di akhirat, yaitu ilmu
yang diajarkan oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
terdapat dalam ilmu hadits,
tafsir, dan fiqih serta ilmu-ilmu
lain yang dapat membantunya
seperti ilmu bahasa Arab dan
lain sebagainya.
Adapun amal salih adalah amal
yang memadukan antara niat
yang ikhlas untuk Allah serta
perbuatan yang selalu mengikuti
tuntunan Rasulullah shallallahu
‘ alaihi wa sallam.
Sedangkan perkara dunia yang
bermanfaat bagi manusia adalah
dengan bekerja mencari rezeki.
Pekerjaan yang paling utama
bagi orang berbeda-beda
tergantung pada individu dan
keadaan mereka.
Batasan untuk itu adalah selama
hal itu benar-benar bermanfaat
baginya, Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam mengatakan,
“ Bersemangatlah untuk meraih
apa yang bermanfaat bagimu”
Keempat:
Dalam melakukan hal-hal yang
bermanfaat itu tidak sepantasnya
manusia bersandar kepada
kekuatan, kemampuan dan
kecerdasannya semata. Namun,
dia harus menggantungkan
hatinya kepada Allah ta’ala dan
meminta pertolongan-Nya
dengan harapan Allah akan
memudahkan urusannya.
Kelima:
Apabila seseorang menjumpai
perkara yang tidak
menyenangkan setelah dia
berusaha sekuat tenaga, maka
hendaknya dia merasa ridha
dengan takdir Allah ta ’ala. Tidak
perlu berandai-andai, karena
dalam kondisi semacam itu
berandai-andai justru akan
membuka celah bagi syaitan.
Dengan sikap semacam inilah
hati kita akan menjadi tenang
dan tentram dalam menghadapi
musibah yang menimpa.
Keenam:
Di dalam hadits yang mulia ini
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
menggabungkan antara
keimanan kepada takdir dengan
melakukan usaha yang
bermanfaat.
Kedua pokok ini telah
ditunjukkan oleh dalil Al-Kitab
maupun As-Sunnah dalam
banyak tempat. Agama
seseorang tidak akan sempurna
kecuali dengan kedua hal itu.
Sabda Nabi, “Bersemangatlah
untuk melakukan apa yang
bermanfaat bagimu ” merupakan
perintah untuk menempuh
sebab-sebab agama maupun
dunia, bahkan di dalamnya
terkandung perintah untuk
bersungguh-sungguh dalam
melakukannya, membersihkan
niat dan membulatkan tekad,
mewujudkan hal itu dan
mengaturnya dengan sebaik-
baiknya. Sedangkan sabda Nabi,
“ Dan mintalah pertolongan
kepada Allah” merupakan
bentuk keimanan kepada takdir
serta perintah untuk bertawakal
kepada Allah ketika mencari
kemanfaatan dan menghindar
dari kemudharatan dengan
penuh rasa harap kepada Allah
ta’ala agar urusan dunia dan
agamanya menjadi sempurna.
Diringkas dari buku: Bahjat Al-
Qulub Al-Abrar wa Qurratu
‘ Uyun Al-Akhyar Syarh Jawami’
Al-Alkhbar karya Syaikh
Abdurrahman bin Nashir As-
Sa ’di rahimahullahu ta’ala,
cetakan Darul Kutub Ilmiyah,
hal. 40-46.
oleh: Syaikh Abdurrahman bin
Nashir As-Sa ’di rahimahullah

Kiat-Kiat Agar Selalu Berlapang Dada

Segala puji hanya bagi Allah
SWT, shalawat dan salam
semoga tetap tercurahkan
kepada baginda Rasulullah
Muhammad SAW, dan aku
bersaksi bahwa tiada Tuhan yang
berhak disembah dengan
sebenarnya selain Allah yang
Maha Esa dan tiada sekutu bagi
-Nya dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan
utusan -Nya.. Amma Ba’du:
Sesungguhnya kesempitan dada
dan apa yang menimpa seorang
muslim berupa kebimbangan
dan kebingungan serta
kesedihan adalah perkara yang
tidak seorangpun bisa
menghindarinya.
Ibnu Hazm rahimahullah
berkata, “Aku berfikir tentang
usaha para cendikiawan, maka
aku melihat bahwa usaha
mereka mengarah pada satu hal,
sekalipun jalan dan cara
mendapatkannya berbeda-beda,
aku melihat mereka semua
berusaha untuk menghilangkan
rasa bimbang dan kebimbangan
dari diri mereka. Ada orang yang
menghilangkanya dengan cara
makan dan minum, dan yang
lain dengan cara berdagang dan
berusaha, sementara yang lain
dengan menikah, atau terkadang
orang mengejarnya dengan
bermain-main dan bersenda
gurau dan lain-lain. Akan tetapi
aku tidak melihat salah satu dari
jalan-jalan di atas yang bisa
mengantarkan seseorang
kepadanya, bahkan bisa jadi
realitanya justru kebanyakan dari
jalan-jalan di atas, mengarahkan
kepada titik yang berlawanan.
Hanya dengan kembali kepada
Allah SWT semata dan
mengutamakan keridhaan -Nya
maka dialah jalan yang
menghilangkan kebimbangan.
Tidak ada jalan yang lebih
bermanfaat bagi hamba selain
jalan ini, dan lebih pasti dalam
menghantarkan seorang muslim
kepada kenikmatan hidup dan
kebahagiaan ”.[1]
Ibnul Qoyyim rahimahullah telah
menyebutkan beberapa kiat agar
dada menjadi lapang:
Pertama: Tauhid,
kesempurnaan tauhid pada
seseorang akan menentukan
sejauhmana ia akan merasakan
kelapangan dalam dadanya.
Allah SWT berfirman:
Maka apakah orang-orang yang
dibukakan Allah hatinya untuk
(menerima) agama Islam lalu ia
mendapat cahaya dari Tuhannya
(sama dengan orang yang
membatu hatinya)? Maka
kecelakaan yang besarlah bagi
mereka yang telah membatu
hatinya untuk mengingat Allah.
Mereka itu dalam kesesatan
yang nyata. (QS. Al-Zumar: 22)
Allah swt berfirman:
Barang siapa yang Allah
menghendaki akan memberikan
kepadanya petunjuk, niscaya Dia
melapangkan dadanya untuk
(memeluk agama) Islam. Dan
barang siapa yang dikehendaki
Allah kesesatannya, niscaya Allah
menjadikan dadanya sesak lagi
sempit, seolah-olah ia sedang
mendaki ke langit ”. (QS. Al-
An’am: 125.)
Maka hidayah dan tauhid
adalah sebab utama yang paling
agung yang membawa kepada
kelapangan dalam dada,
sementara kesyirikan dan
kesesatan adalah sebab utama
terjadinya kesempitan dan
kesesakan dada.
Kedua: Cahaya yang
dihunjamkan oleh Allah SWT di
dalam hati seorang hamba, yaitu
berupa cahaya iman, sungguh
dia bisa membuat dada menjadi
lapang, melegakan jiwa dan
membahagiakan hati. Namun jika
cahaya ini hilang dari dada
seorang hamba maka dia akan
menjadi sempit dan sesak, se
hingga dia terperosok ke dalam
penjara yang paling sempit dan
sulit. Maka ukuran bagian
seseorang dari rasa kelapangan
dada ini setingkat dengan bagian
yang didapatkannya dari cahaya
hidayah dan iman ini. Allah SWT
berfirman:
Dan apakah orang yang sudah
mati kemudian dia Kami
hidupkan dan Kami berikan
kepadanya cahaya yang terang,
yang dengan cahaya itu dia
dapat berjalan di tengah-tengah
masyarakat manusia, serupa
dengan orang yang keadaannya
berada dalam gelap gulita yang
sekali-kali tidak dapat keluar
daripadanya Demikianlah Kami
jadikan orang yang kafir itu
memandang baik apa yang telah
mereka kerjakan. (QS, Al-An ’am:
122)
Ketiga: Ilmu. Sungguh, ilmu itu
bisa melapangkan dada, dan
melegakannya sehingga dia lebih
luas dari dunia, semantara
kebodohan akan mengakibatkan
kesempitan, kesesakkan dan
terpenjara. Semakin banyak ilmu
yang dimiliki seseorang maka
semakin luas dan lapang
dadanya. Namun hal ini bukan
untuk setiap ilmu, akan tetapi
maksudnya adalah ilmu yang
diwariskan dari Nabi Muhammad
SAW, ilmu yang bermanfaat.
Pemilik ilmu ini adalah orang
yang paling lapang dadanya,
paling luas hatinya, paling baik
akhlaknya serta paling bagus
kehidupan yang dirasakannya.
Keempat: Kembali kepada Allah
SWT dan mencintainya dengan
sepenuh hati, mendekat kepada
Allah SWT, merasa nikmat
dengan beribadah kepada -Nya,
maka tidak ada yang lebih
lapang bagi dada seorang
hamba selain hal itu. Allah SWT
berfirman:
Barang siapa yang mengerjakan
amal saleh, baik laki-laki
maupun perempuan dalam
keadaan beriman, maka
sesungguhnya akan Kami
berikan kepadanya kehidupan
yang baik dan sesungguhnya
akan Kami beri balasan kepada
mereka dengan pahala yang
lebih baik dari apa yang telah
mereka kerjakan. (QS. Al-Nahl:
97)
Sehingga dia terkadang berkata;
Seandainya aku hidup di dalam
surga dengan keadaan seperti ini
maka sungguh ini adalah
kehidupan yang sangat baik.
Cinta kepada Allah SWT memiliki
dampak yang sangat
mengagumkan dalam
menciptakan lapangnya dada,
nikmatnya hati, dan dia tidak
akan pernah dirasakan kecuali
oleh orang yang kembali kepada
Allah SWT, dan setiap kali rasa
cinta itu lebih kuat dan
meningkat maka dada akan lebih
lapang dan lega.
Dan di antara sebab yang
menjadikan hati ini sempit adalah
berpaling dari Allah Azza Wa
Jalla dan hati bergantung kepada
selain Allah SWT, lalai dalam
berzikir kepada Allah SWT dan
justru mencintai selain Allah
SWT. Allah SWT berfirman:
Dan barang siapa berpaling dari
peringatan-Ku, maka
sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan
Kami akan
membangkitkankannya pada hari
kiamat dalam keadaan buta".
(QS. Thaha: 124)
Sesungguhnya orang yang
mencintai sesuatu selain Allah
SWT maka dia tersiksa dan
hatinya terpenjara oleh
kecintaannya terhadap hal
tersebut.
Kelima: Senantiasa berzikir
kepada Allah SWT dalam segala
keadaan dan tempat. Kelalaian
memiliki dampak yang sangat
mencengangkan dalam
menciptakan kesempitan dada,
perasaan terpenjara dan tersiksa.
Allah SWT berfirman:
(yaitu) orang-orang yang
beriman dan hati mereka
menjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya
dengan mengingat Allah-lah hati
menjadi tenteram. (QS. Al-Ra ’du:
28)
Keenam: Berbuat baik kepada
orang lain, memberikan bantuan
kepadanya dengan harta,
kekuasaan, jasa dan kerja badan
serta berbagai kebaikan lainnya.
Sesungguhnya, orang mulia yang
baik adalah orang yang paling
lapang dadanya, paling baik
jiwanya, paling nikmat perasaan
hatinya, sementara orang yang
bakhil, yaitu orang yang tidak
mau berbuat baik kepada orang
lain, dan dia adalah orang yang
paling sempit hidupnya dan
paling keruh kehidupannya.
Disebutkan di dalam Ashahihaini
dari Abi Hurairah bahwa Nabi
Muhammad SAW bersabda,
“Perumpamaan orang yang
pelit dan orang yang
dermawan adalah seperti
seorang lelaki yang memakai
baju dari besi, mereka berdua
terpaksa harus mengulurkan
tangan mereka ke tulang
selangka mereka, maka setiap
kali orang yang suka
bersedekah itu ingin
mengeluarkan shadaqahnya,
maka dia semakin meluas
sehingga bekas-bekasnyapun
menghilang, dan setiap kali
orang yang kikir ingin
mengeluarkan shadaqahnya
maka setiap lubang baju besi
itu menyempit sehingga
mengerut pada tubuhnya
akhirnya membelenggu kedua
tangannya kepada tulang
selangkanya, dan didengar
bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda: Lalu dia berusaha
memperluasnya namun baju
itu tidak bisa melebar”.[2]
Ketujuh: Keberanian. Seorang
yang pemberani pasti berlapang
dada, berhati lega, sementara
orang yang pengecut adalah
orang yang paling sempit
dadanya dan paling sesak
hatinya, tidak merasakan
kesenangan dan kebahagiaan,
tidak ada kenikmatan baginya
kecuali jika dia termasuk hewan
yang hanya memiliki instink
kehewanan. Maka kegembiraan,
kesenangan, kenikmatan dan
keindahan diharamkan bagi
orang yang bersikap pengecut
sebagaimana dia diharamkan
atas orang yang pelit.
Kedelapan: Mendendam
termasuk sifat yang tercela yang
membuat hati menjadi sempit
dan tersiksa, sehingga
mengahalanginya mendapatkan
kesembuhan. Sesungguhnya
seorang hamba jika dia telah
melakukan segala kiat untuk
mendapatkan kelapangan dada
namun dia tidak membersihkan
dirinya dari sifat-sifat hati yang
buruk, maka dia tidak akan
merasakan kelapangan dalam
dadanya walau sedikit.
Kesembilan: Meninggalkan
penglihatan dan pembicaraan
yang berlebihan, atau
pendengaran dan bergaul yang
sia-sia, begitu juga berlebihan
dalam urusan tidur dan makan
dan lain-lain. Sebab sikap yang
sia-sia ini memancing munculnya
rasa sakit, bimbang dan
kebingungan di dalam hati, dia
mempersempit hati,
membelenggunya dan
membuatnya tersesak. La Ilaaha
Illa Allah, alangakah sempitnya
dada orang yang tidak maenjaga
anggota badannya dari
perbuatan maksiat, alangkah
keruhnya kehidupan yang
diarunginya, dan La Ilaaha Illa
Allah, alangkah nikmatnya orang
yang mendapat bagian dari sifat-
sifat terpuji ini, cita-citanya hanya
tertuju padanya. Dia mendapat
bagian dari firman Allah swt:
Sesungguhnya orang-orang yang
banyak berbakti benar-benar
berada dalam surga yang penuh
kenikmatan, (QS. Al-Infithar: 13,)
sementara bagi kelompok yang
lain mendapat bagian dari firman
Allah SWT:
“dan sesungguhnya orang-orang
yang durhaka benar-benar
berada dalam neraka ”. (QS. Al-
Infithar: 14)
Maksudnya adalah bahwa Nabi
Muhammad SAW adalah
seorang pribadi yang paling
sempurna dalam memperoleh
sebab-sebab lapangnya dada,
dan keluasan hati. Dan makhluk
yang paling banyak mengikuti
beliau maka dia adalah orang
yang sempurna dalam
merasakan kelapangan,
kelezatan, ketentraman hati.
Maka apabila seseorang
mengikuti Nabi Muhammad SAW
dalam hal tersebut diatas maka
dia akan mendapat tingkat yang
sama dalam kelapangan dada
dan ketentraman hati serta
kelezatan hidup.
Segala puji bagi Allah Tuhan
semesta alam, semoga shalawat
dan salam tetap tercurahkan
kepada Nabi kita Muhammad
saw dan kepada keluarga,
shahabat serta seluruh pengikut
beliau.
By: Dr. Amin bin Abdullah asy-
Syaqawi
[1] Al-Jawabul Kafi,
halaman:171-172 dan telah
diringkas oleh Ibnul Qoyyi
rahimahullah.
[2] Al-Bukhari: no: 2917 dan
Muslim: 1021

Waspada Terhadap Syirik

Segala puji bagi Allah, shalawat
dan salam kepada Rasulullah
saw, dan aku bersaksi bahwa
tiada Tuhan yang berhak
disembah dengan sebenarnya
kecuali Allah, Yang Maha Esa
dan tiada sekutu bagiNya, dan
aku bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusanNya.
Wa Ba’du:
Sesungguhnya dosa yang paling
besar di sisi Allah adalah syirik
terhdap Allah swt. Allah swt
berfirman:
mereka menjadikan beberapa
sekutu bagi Allah.
Katakanlah: "Sebutkanlah
sifat-sifat mereka itu". QS. Al-
Ra ’du: 33
Syirik dapa dibagi menjadi dua
macam: Syirik besar dan syirik
kecil.
Syirik besar adalah syirik yang
bisa mengeluarkan pelakunya
dari Islam, menyebabkan
pelakunya dikekalkan di dalam
neraka dan diharamkan baignya
memasuki surga dia teidak
bertaubat dan mati dalam
keadaan musyrik. Di antara
bentuk syirik besar adalah
memalingkan ibadah kepada
selain Allah swt seperti berdo’a,
bernadzar, takut kepada selain
Allah dan menyemblih untuk
selain Allah. Allah swt berfirman:
Sesungguhnya Allah tidak
mengampuni dosa
mempersekutukan (sesuatu)
dengan Dia, dan dia
mengampuni dosa yang selain
syirik bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. QS. Al-Nisa’:
116
Allah swt berfirman:
Sesungguhnya Telah kafirlah
orang-orang yang berkata:
"Sesungguhnya Allah ialah Al
masih putera Maryam", padahal
Al masih (sendiri) berkata: "Hai
Bani Israil, sembahlah Allah
Tuhanku dan Tuhanmu".
Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu
dengan) Allah, Maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya
surga, dan tempatnya ialah
neraka, tidaklah ada bagi orang-
orang zalim itu seorang
penolongpun. QS. Al-Ma ’idah:
72
Macam-macam syirik
Syirik dalam berdo’a
Dalilnya adalah firman Allah swt:
Maka apabila mereka naik kapal
mereka mendoa kepada Allah
dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya[1158]; Maka tatkala
Allah menyelamatkan mereka
sampai ke darat, tiba-tiba
mereka (kembali)
mempersekutukan (Allah). QS.
Al-Ankabut: 65
Allah swt menjelaskan bahwa
orang-orang musyrik
mengikhlaskan do ’a mereka
kepada Allah dalam kondisi yang
kritis lalu mempersekutukan
Allah swt pada saat aman, maka
keikhlasan mereka yang sesaat
tidak memberikan mamfaat
apapun kepada mereka, maka
hal ini menunjukkan bahwa
tauhid tidak memberikan
mamfaat apapun kepada
pelakunya kecuali jika seseorang
tetap kosisten dengan
ketauhidannya sehingga
datangnya kematian.
Di antara bentuk kesyirikan
adalah syirik di dalam berniat,
berkehendak dan maksud.
Dalilnya adalah firman Allah swt:
Barangsiapa yang menghendaki
kehidupan dunia dan
perhiasannya, niscaya kami
berikan kepada mereka balasan
pekerjaan mereka di dunia
dengan Sempurna dan mereka
di dunia itu tidak akan dirugikan.
16. Itulah orang-orang yang
tidak memperoleh di akhirat,
kecuali neraka dan lenyaplah di
akhirat itu apa yang Telah
mereka usahakan di dunia dan
sia-sialah apa yang Telah mereka
kerjakan. QS. Hud: 15-16.
Ibnu Abbas berkata: Orang-
orang yang riya ’ akan
disegerakan balasan kebaikan
mereka di dunia, sebab Allah
tidak akan menzalimi mereka
sedikitpun. Dia berkata:
Barangsiapa yang beramal
shaleh untuk mencari
keuntaungan duniawi baik
puasa, shalat dan beratahajjud
pada waktu malam di mana dia
tidak mengerjakannya kecuali
untuk mencari keuntungan
duniawi maka Allah berkata: Aku
akan memberikan balasan
baginya terhadap amal
perbuatan yang dilakukannya
untuk mencari pahala dan akan
dihapuskan amal perbuatan
yang dikerjakannya untuk
mencari keuntungan duniawi
serta di akherat dia teramsuk
orang-orang yang merugi ”.[1]
Di antara bentuk kesyirikan
adalah syirik dalam ketaatan.
Allah swt menjelaskan:
Mereka menjadikan orang-orang
alimnya dan rahib-rahib mereka
sebagai Tuhan selain Allah[639]
dan (juga mereka
mempertuhankan) Al masih
putera Maryam, padahal mereka
Hanya disuruh menyembah
Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan
(yang berhak disembah) selain
Dia. Maha Suci Allah dari apa
yang mereka persekutukan. QS.
Al-Taubah: 31
Dari Adi bin Hatim ra bahawa dia
pernah mendeengar Rasulullah
saw membaca ayat ini, maka
Nabi saw bersabda: Mereka tidak
menyembah mereka namun jika
mereka menghalalkan sesuatu
maka merekapun ikut
menghalalkannya dan apabila
mereka mengaharamkan sesuatu
maka merekapun ikut
mengharamkannya ”.[2]
Allah swt berfirman:
Sesungguhnya perbuatan yang
semacam itu adalah suatu
kefasikan. Sesungguhnya syaitan
itu membisikkan kepada kawan-
kawannya agar mereka
membantah kamu; dan jika
kamu menuruti mereka,
Sesungguhnya kamu tentulah
menjadi orang-orang yang
musyrik. QS. Al-An ’am: 121
Maka barangsiapa yang mentaati
selain Allah dalam
menghramkan yang halal dan
menghalalkan yang haram dan
menjadikannya sebagai agama
dan syari ’at maka dia telah
mempersekutukan Allah.
Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahhab rahimhullah berkata:
Barangsiapa yang mentaati
ulama dan penguasa dalam
mengharamkan apa-apa yang
telah dihalalkan oleh Allah dan
menghalalkan apa-apa yang
diharamkan oleh Allah maka dia
telah menjdikannya sebagai
tuhan selain Allah.[3]
Di antara bentuk kesyirikan
adalah syirik dalam cinta.
Dalilnya adalah firman Allah swt:
Dan diantara manusia ada
orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain
Allah; mereka mencintainya
sebagaimana mereka mencintai
Allah. adapun orang-orang yang
beriman amat sangat cintanya
kepada Allah. dan jika
seandainya orang-orang yang
berbuat zalim itu mengetahui
ketika mereka melihat siksa
(pada hari kiamat), bahwa
kekuatan itu kepunyaan Allah
semuanya, dan bahwa Allah
amat berat siksaan-Nya (niscaya
mereka menyesal). QS. Al-
Baqarah: 165
Ibnu Katsir berkata: Allah swt
menyebutkan keadaan orang-
orang musyrik di dunia dan siksa
mereka di akherat kelak, di
mana mereka menjadikan bagi
Allah sekutu-sekutu, atau
sekutu-sekutu dan tandingan-
tandingan di mana mereka
menyembahnya bersama Allah
dan mencintai tandingan-
tandingan tersebut
sebagaiamana mereka mencintai
Allah, padahal tidak ada tuhan
yang berhak disembah selain
Allah, yang tidak tandingan dan
setara baginya.[4]
Adapun syirik kecil maka syirik ini
tidak mengeluarkan pelakunya
dari api neraka, namun hal
tersebut bias mengurangi
ketauhidan seseorang, dia
sebagai sarana yang
mengantarkan kepada syirik
besar. Syirik ini terbagai menjadi
dua bagian: Syirik zhahir dan
syirik khafi.
Syirik yang zhahir cakupannya
khusus untuk perkara-perkara
yang berhubungan dengan
perbuatan dan peraktaan yang
zahir. Adapun lafaz-lafaz yang
zahir seperti bersumpah dengan
nama selain Allah seperti
peraktaan yang mengatakan:
Apa-apa yang dikehendaki oleh
Allah dan engkau kehendaki,
dan perkataan yang
mengatakan: Kalaulah bukan
karena Allah dan si fulan; maka
tidak boleh bagi seseorang
mempersamakan selain Allah
dengan Allah swt, maka
hendaklah dia mengatakan: Apa
yang dikehendaki oleh Allah
kemudian dikehendaki oleh si
fulan, dan kalaulah bukan
karena Allah kemudian si fulan
dan beginilah.
Adapun perbuatan maka dia
sangat banyak sekali seperti
menggantungkan jimat-jimat
karena takut dari penyakit ain,
atau memakai gelang atau
benang untuk mengangkat bala’
atau menolaknya, hal ini
dibarengi dengan keyakinan
bahwa dia adalah sebab bagi
terangkat dan tertolaknya
bencana, namun jika seseorang
meyakini bahwa dia sebagai
sebab terngkat dan tertolaknya
bencana secara langsung maka
ini adalah syirik besar.
Bagian kedua: Syirik khafi.
Allah swt berfirman:
Katakanlah: Sesungguhnya Aku
Ini manusia biasa seperti kamu,
yang diwahyukan kepadaku:
"Bahwa Sesungguhnya Tuhan
kamu itu adalah Tuhan yang
Esa". barangsiapa mengharap
perjumpaan dengan Tuhannya,
Maka hendaklah ia mengerjakan
amal yang saleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun
dalam beribadat kepada
Tuhannya". QS. Al-kahfi: 110
Ibnul Qoyyim rahimhullah
berkata: syirik ini bagai lautan
yang tidak ada tepinya dan
sangat sedikit orang yang
selamat darinya, maka
barangsiapa yang berniat dengan
amal shaleh yang dilakukannya
bukan untuk bertaqarrub
kepada Allah maka dia telah
mempersekutukan Allah dalam
kehendak dan niatnya.
Ikhlas adalah memurnikan amal
semata-mata karena Allah di
dalam perkataan, perbuatan,
niat dan kehendak.
Sesungguhnya inilah millah al-
hanifiyah, millah nabi Ibrahim
alaihis salam, sebagai millah yang
diperintahkan oleh Allah untuk
diikuti, dan Allah tidak menerima
millah selain millah ini, dan itulah
hakikat Islam.[5]
Allah swt berfirman:
Barangsiapa mencari agama
selain agama islam, Maka sekali-
kali tidaklah akan diterima
(agama itu)daripadanya, dan dia
di akhirat termasuk orang-orang
yang rugi. QS. Ali Imron: 85
Dan Nabi saw berlindung kepada
Allah dari kesyirikan, dari
Abdullah bin Hazan ra berkata:
Pada suatu hari Rasulullah saw
berkhutbah kepada kami dan
beliau bersabda: Wahai seklian
manusia!, takutlah terhadap
syirik ini, sebab sesungguhnya
syirik itu lebih tersembunyi dari
langkah semut. Lalu seseorang
berkata kepada beliau:
bagaimana kita menghindarinya
padahal dia lebih tersembunyi
dari langkah semut wahai
Rasulullah?. Rasulullah saw
bersabda:
اَللّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُبِكَ
أَنْ ُنشْرِكَ بِكَ شَيْئًا
نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ
لِمَا لاَ نَعْلَمُهُ
“Ya Allah, kami berlindung
kepadamu dari bersyirik
kepadamu dengan sesuatu yang
kami ketahui dan kami
berlindung kepadamu dari syirik
yang kami tidak ketahui ”.[6]
Dari Abi Sa’id Al-Khudri ra
bahwa Rasulullah saw bersabda:
Tidakkah aku beritahukan
kepada kalian suatu perkara
yang lebih aku takutkan dari al-
masihud dajjal?, yaitu syirik khafi
yaitu seseorang menjalankan
shalat lalu dia memperindah
shalatnya karena dia melihat
orang lain melihatnya ”.[7]
Dari Mahmud bin Lubaid ra
bahwa Nabi saw bersabda:
“ Perkara yang palinmg aku
takutkan menghinggapi kalian
adalah syirik kecil ”. Para
shahabat bertanya: Apakah
yang dimaksud dengan syirik
kecil itu wahai Rasulullah?. Beliau
menjawab: Riya ’. Allah berfirman
pada hari kiamat pada saat dia
memberikan balasan kepada
amal para hambaNya: Pergilah
kepada orang yang kalian
perlihatkan amal baik kelian
kepadanya lalu carilah pahala
dari mereka apakah kalian
mendapatkan balasan atas amal
kebaikan kalian dari mereka?.[8]
Sebagian orang meremehkan
syirik ini karena penyebutannya
sebagai syirik kecil, padahal dia
disebut sebagai syirik kecil
karena beranding dengan syirik
besar, sebab pada hakekatnya
dia termasuk di dalam dosa-dosa
besar yang paling besar, oleh
karena itulah para ulama
berkata:
1- Sesungguhnya apabila syirik
kecil mencampuri suatu amal
shleh maka akan menyebabkan
terhapusnya balasan bagi amal
yang dimasuki oleh syirik kecil
tersebut.
2- Pelaku syirik kecil tidak akan
diampuni dosanya, dan orang
yang melakukannya tidak berada
di dalam masyi ’ah seperti para
pelaku dosa besar lainnya (selain
syirik) akan tetapi dia diadzab
sesuai dengan besar dosanya.
Allah swt berfirman:
Sesungguhnya Allah tidak
akan mengampuni dosa syirik,
QS. Al-Nisa ’: 48
Maka yang wajib bagi seorang
mu ’min adalah waspada
terahdap semua macam syirik
dan hendaklah dia menjaga
dirinya dari dosa ini. Sunnguh,
Nabi Ibrahim alaihis salam
khawatir terhadap dirinya agar
tidak terjebak ke dalam
kesyirikan padahal dia adalah
imam orang-orang yang
bertauhid. Allah swt berfirman:
dan jauhkanlah Aku beserta
anak cucuku daripada
menyembah berhala-berhala.
QS. Ibrahim: 32
Ibarahim Al-Taimiy berkata:
Siapakah yang merasa aman dari
bencana ini sementara Nabi
Ibrahim tidak merasa aman
darinya?.Syekh Abdurrahman bin
Hasan rahimhullah berkata:
Tidak akan merasa aman dari
kesyirikan kecuali orang yang
bodoh terhadap hekekat
kesyirikan dan apa-apa yang
membebaskan seseorang darinya
yaitu dengan ma ’rifat kepada
Allah dan mengetahui apa yang
menjadi tujuan utama diutusnya
para rasul dengan bertauhid dan
mencegah diri dari syirik.[9]
Segala puji bagi Allah Tuhan
semesta alam, shalawat dan
salam kepada Nabi kita
Muhammad dan kepada seluruh
keluarga dan shahabatya.
Oleh: Dr. Amin Abdullah Asy-
Syaqawy
[1] Tafsir Ibnu Katsir: 2/439
[2] Sunan Tirmidzi: 5/278 dan
dihasankan oleh Albani di dalam
kitab takhrij hadits gayatul
marom fi takhrijil ahadits alhalal
wal haram.
[3] Fathul majid syarah kitabut
tauhid hal: 383
[4] Tafsir Ibnu Katsir: 1/202
[5] Al-Dawa’ wad dawa’, Inul
qoyyim al-jauziyah, hal: 184
[6] Musnad Imam Ahmad: 4/403
dengan sanad hasan
[7] Musnad Imam Ahmad: 3/30
[8] Musnad imam Ahmad: 5/428
[9] Fathul Majid, halaman: 74

Sunday, November 21, 2010

Perempuan Yang Dicintai Suamiku

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja
menurutku. Meskipun menjelang pernikahan
selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario
tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah
dia cenderung diam dan pergi kekantornya
bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah,
mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah.
Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit.
Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi
menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun
kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran
dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia
tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti
itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang
pergi nonton berdua, bahkan makan berdua
diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan
di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan
sendok garpu kami, bukan obrolan yang
terdengar, hanya denting piring yang beradu
dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran
dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia
jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat
pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka
tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja
selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu
ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku
tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang
makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding
makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus
dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di
ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang
perempuan datang menjenguknya. Dia
memperkenalkan diri, bernama meisha,
temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana,
tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu
cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar
indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika
dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar
dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan
penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun
perempuan bahkan mungkin serangga yang
lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia
bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario
selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario
sangat pendiam, sehingga jarang punya teman
yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena
ada pekerjaan kantor mereka yang
mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di
advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang
sedang membuat iklan untuk perusahaan
tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat-ingat 5 bulan lalu ada
perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap
mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku,
dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x.
Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai
sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering
termenung didepan komputernya. Atau
termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya,
dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario
sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang
memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan
wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku
suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa
dengan suara riangnya,
” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang
nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh…
dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus
mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario,
tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis
ditangannya. Dan ….aku tidak pernah melihat
tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata
suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur
hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah
sedetikpun !
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia
membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat
aku memeluknya dan berharap dia
mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah
operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya.
Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau
memakan masakan yang aku buat dengan susah
payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak
pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan
kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia
lebih suka mencumbu komputernya dibanding
aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat
perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa
hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan
membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku
jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia
datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang
lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku
mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena
tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang
bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta,
aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan
mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik
berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan
cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil
membuka password email Papa nya, dan
memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat
tante Meisha ?”
Aku tertegun memandangnya, dan membaca
surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap
yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak
pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan
pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi
yang mengharuskan aku mencintainya, karena
dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu
apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada
perasaan bergetar seperti ketika aku
memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang
tidak pernah padam ketika aku tidak
menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti
perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami
pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku
tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia
bukanlah perempuan yang aku cari untuk
mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa
hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya
menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika
cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti
pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa
pernah mendapat siraman dari pemiliknya.
Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak
pernah minta disirami, namun tumbuh dengan
lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena
kau sudah menjadi milik orang lain dan aku
adalah laki2 yang sangat memegang komitmen
pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa,
itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima
bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala
yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh
mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi
tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan
untukmu. Meskipun ada tembok yang
menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa
engkau mengerti, you are the only one in my
heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku
memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun,
dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti
dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak
pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai
perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku
menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku.
Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan
di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan
untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan
padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang
kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan
motor untuk mengantar dan menjemput
anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak
pernah lagi bermanja dan minta dibelikan
bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk
dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya
menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran,
sedangkan teman2ku sudah menikah semua.
Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan
aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu,
bahwa aku juga seorang perempuan yang
berhak mendapatkan kasih sayang dari
suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja,
bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak
menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada
dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku
lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap
merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai
perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan
pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya
bahagia dengan mencintai perempuan itu.
Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga,
karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air
mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih
basah merah dan masih dipenuhi bunga.
” Mario, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat
aku pertama kali bekerja dikantormu, akan
membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu
terpesona padamu yang pendiam dan tampak
dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak
bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan
begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku
sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan
tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas
angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti
keinginanku … Aku pikir, aku si puteri cantik yang
diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang
hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga
mau melakukan apa saja untukku …..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat
sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku
membanting hadiah jam tangan dari seorang
teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya
menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika
berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti
cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah
memilihmu menjadi istriku ?”
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu
dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu
melamarku. Engkau tidak pernah bahagia
bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam
kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang
sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu,
Rima”
Di surat yang lain,
“………Kehadiran perempuan itu membuatmu
berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau
mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak
pernah melihat cahaya cinta dari matamu
untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh
cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat
memandang Meisha ……”
Disurat yang kesekian,
“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh
cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku
tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka
membanting2 barang dan berteriak jika emosi.
Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan
masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros,
dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka
bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum
menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu
meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah
kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu
jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak
mau aku suapi, aku menungguimu sampai
tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit
saat engkau dirawat, karena penyakit
pencernaanmu yang selalu bermasalah …….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari
matamu, aku akan tetap berusaha dan
menantinya ……..”
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir
dari kedua mata indahnya … dipeluknya Jelita yang
tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun
pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau
tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan
memaksamu pulang, karena hari ini aku akan
masak, masakan yang paling enak sedunia.
Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude
Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena
waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku
hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku
melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau
memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju
supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6
tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita
menikah, baru kali ini aku melihat sinar
kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta
mulai bersemi dihatimu ? ………”
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
” Siang itu Mama menjemputku dengan
motornya, dari jauh aku melihat keceriaan
diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan
tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat
wajah yang sangat bersinar dari mama seperti
siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering
marah2 kepadaku, tapi aku selalu
menyayanginya. Mama memarkir motornya
diseberang jalan, Ketika mama menyeberang
jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan
kecepatan tinggi …… aku tidak sanggup melihatnya
terlontar, Tante….. aku melihatnya masih
memandangku sebelum dia tidak lagi
bergerak ……” Jelita memeluk Meisha dan terisak-
isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk
merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat
dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia
print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi
kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima
membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima
berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu
berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia
pulang dengan tubuh basah kuyup karena
kehujanan, aku sangat khawatir dan
memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa
beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai
bergetar …. Inikah tanda2 aku mulai
mencintainya ?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang
engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan
memberikan surprise untuknya, aku akan
membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia
tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena
dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan
jiwaku….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin
ringkih, yang masih terduduk disamping nisan
Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam.
Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru
menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang
itu telah pergi meninggalkan kita.

Friday, November 19, 2010

Akhlak Mulia

Segala puji bagi Allah yang menciptakan segala
sesuatu, membaguskan penciptaan-Nya dan
menyusunnya. Dialah yang mendidik nabi kita,
Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan
dengan sebaik-baik pembinaan. Wa ba'du :
Sesungguhnya kemuliaan akhlak merupakan
salah satu dari sifat-sifat para nabi, orang-orang
shiddiq dan kalangan shalihin. Dengan sifat ini,
berbagai derajat dapat dicapai dan kedudukan-
kedudukannya ditinggikan. Sesungguhnya Allah
Jalla wa 'Ala mengistimewakan nabi-Nya,
Muhammad dengan ayat yang menghimpun
baginya segala kemuliaan akhlak dan segenap
kebaikan tata pekerti, maka Allah Jalla wa 'Ala
berfirman :
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴿٤﴾ سورة
القلم
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi
pekerti yang agung. (QS.68:04)
Husnul khuluq (akhlak yang mulia) memunculkan
rasa kasih sayang dan kelembutan. Sedang su'ul
khuluq (akhlak yang buruk) membuahkan rasa
saling benci, dengki dan memusuhi.
Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
telah menstimulasi agar berakhlak mulia (husnul
khuluq) dan konsisten terhadapnya. Dimana
beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menghimpun
secara bersama antara penyebutan at-taqwa
(ketakwaan) dan penyebutan husnul khuluq
(akhlak yang mulia) ini. Beliau Shallallahu 'Alaihi
wa Sallam bersabda :
« أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ
الْجَنَّةَ ، تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ
الْخُلُقِ »
“Yang paling banyak memasukkan manusia ke
dalam surga, (adalah) takwa kepada Allah dan
husnul khuluq (berperilaku baik). ” (HR. At-
Tirmidzi dan al-Hakim).
Husnul khuluq itu adalah wajah yang berseri,
memberikan kebajikan, menahan diri dari
menyakiti manusia, beserta segala yang sudah
sepatutnya bagi seorang muslim untuk bertutur
kata yang baik dan menahan amarah serta sabar
menanggung beban.
Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
mewasiatkan kepada Abu Hurairah Radhiyallahu
'Anhu dengan sebuah wasiat agung, beliau
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
« عَلَيْكَ بِحُسْنِ الْخُلُقِ »
“Wahai Abu Hurairah, seyogyanya anda untuk
berperilaku baik (husnul khuluq).”
Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata,
“ Apakah husnul khuluq itu, wahai Rasulullah?”
Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
« تَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ، وَتَعْفُو
عَمَّنْ ظَلَمَكَ، وَتُعْطِي مَنْ
حَرَمَكَ »
“Anda menyambung (tali persaudaraan kepada)
orang yang memutuskan (hubungan
dengan)mu, dan anda memaafkan (kesalahan
atas) orang yang menzalimimu, dan anda
memberi orang yang enggan memberi
kepadamu. ” (HR. Al-Baihaqi).
Simaklah -wahai saudaraku yang mulia- sebuah
pengaruh yang dahsyat dan ganjaran yang besar
untuk pekerti yang mulia dan tabiat yang baik ini,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
« إِنَّ الرَّجُلَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ
الْخُلُقِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ
الْقَائِمِ »
“Sesungguhnya seseorang dengan husnul khuluq
akan memperoleh derajat ash-sha`im (ahli puasa)
dan al-qa`im (ahli shalat malam). ” (HR. Ahmad).
Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menilai
amalan husnul khuluq bagian dari (barometer)
kesempurnaan iman. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa
Sallam bersabda :
« أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا
أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا »
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah
yang paling baik akhlaknya.” (HR. Ahmad dan
Abu Dawud).
Seyogyanya anda sebagaimana yang disabdakan
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
« أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ
أَنْفَعَهُمْ ، وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ
إِلَى اللَّهِ سُرُورٍ تُدْخِلُهُ عَلَى
مُسْلِمٍ ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ
كُرْبَةً ، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دِينًا ،
أَوْ تُطْرَدُ عَنْهُ جُوعًا ، وَلأَنْ
أَمْشِيَ مَعَ أَخِي الْمُسْلِمِ فِي
حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ
أَعْتَكِفَ فِي الْمَسْجِدِ شَهْرًا »
“Manusia yang paling dicintai di sisi Allah adalah
yang paling bermanfaat diantara mereka, dan
amalan yang paling dicintai di sisi Allah (adalah)
kebahagiaan yang anda masukkan ke (hati)
seorang muslim, atau anda membebaskan
kesusahannya, atau anda membayarkan
hutangnya, atau anda menghilangkan rasa
laparnya. Karena itu aku berjalan bersama
saudaraku yang muslim dalam suatu
keperluannya lebih aku sukai daripada aku
beri'tikaf di masjid (yaitu: masjid Madinah, pent.)
ini sebulan lamanya . ” (HR. Thabrani).
Seorang muslim diperintahkan untuk berkata
halus dan lembut sehingga ucapannya tersebut
menjadi amalan yang memberatkan timbangan
kebajikannya. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
bersabda :
« الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ »
“Kata baik (yang terlontar terbilang)
sedekah.” (Muttafaqun 'Alaihi).
Bahkan sebuah senyuman ringan yang tidak
membebani seorang muslimpun dalam
melakukannya, diberikan balasan. Sebagaimana
sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
« تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيْكَ
صَدَقَةٌ »
“Senyummu terhadap saudaramu merupakan
sebuah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi).
Pengarahan-pengarahan Nabi dalam
menyemangati amalan husnul khuluq ini dan
sikap menanggung derita beliau Shallallahu 'Alaihi
wa Sallam yang banyak dan populer, serta
perjalanan hidupnya merupakan contoh hidup
yang dapat dipetik dari sikap beliau Shallallahu
'Alaihi wa Sallam sendiri terhadap dirinya,
keluarga, tetangga, kalangan kaum muslimin
yang lemah, orang-orang bodoh di antara
mereka, bahkan terhadap orang kafir sekalipun.
Allah Ta'ala berfirman :
وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ
عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ
أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى ﴿٨﴾ سورة المآئدة
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap
sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku
tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat
kepada takwa. (QS.68:04)
Sesungguhnya ciri-ciri perangai yang baik (husnul
khuluq) itu terhimpun dalam berbagai sifat yang
banyak. Maka kenalilah ciri-ciri tersebut –wahai
saudara muslimku- dan konsistenlah dengannya.
Secara umum, yaitu :
Seorang yang banyak malu, sedikit menyakiti,
banyak kebaikannya, jujur lisannya, sedikit
bicaranya, banyak kerja, sedikit kekhilafan dan
sikap berlebih-lebihannya. Seorang yang berbakti,
suka memberi, berwibawa, penyabar, bersyukur,
ridha, santun, lembut, menjaga diri, belas kasih.
Tidak suka melaknat dan mencemooh,
menghasut, ngerumpi, serta tidak tergesa-gesa,
tidak pula dengki, pelit, apalagi hasad. Seseorang
yang berwajah ramah dan periang, mencintai
dan menyukai sesuatu karena Allah, serta
membenci sesuatu karena Allah pula.
Pangkal dari segala akhlak yang tercela (al-akhlaq
al-madzmumah) adalah kesombongan,
penghinaan dan peremehan. Sedangkan pangkal
dari segala akhlak yang terpuji (al-akhlaq al-
mahmudah) adalah khusyu' dan kemauan yang
kuat. Maka berbangga-banggan, kufur nikmat,
berpoya-poya, takjub terhadap diri sendiri,
dengki, sewenang-wenang, angkuh, zhalim,
kasar dan arogan, pamer, enggan menerima
nasihat, mementingkan diri sendiri, minta
diangkat, gila kedudukan dan jabatan, dan lain
sebagainya. Itu semua bersumber dari al-kibr
(kesombongan).
Adapun dusta, khianat, riya, muslihat, tipu daya,
kerakusan, pengecut, kebakhilan, kelemahan,
kemalasan, menghinakan diri kepada selain Allah,
dan sikap mengambil sesuatu yang rendah
sebagai pengganti yang lebih baik, dan lain
sebagainya. Maka semua itu bersumber dari
penghinaan dan peremehan serta kerdilnya jiwa.
Sekiranya anda mencari ketakwaan, anda akan
mendapati
seorang lelaki membenarkan ucapannya dengan
perbuatannya.
Sekiranya seorang bertakwa kepada Allah dan
menaati-Nya
maka kedua tangannya diantara kemulian dan
ketinggian akan ketakwaan.
Sekiranya ia mengakar dalam ketakwaan
Ada dua mahkota, mahkota ketenangan dan
kebesaran
Sekiranya anda menyebutkan nasab hubungan
keturunan, maka saya tidak melihat
silsilah hubungan (yang seerat) seperti (diantara
hubungan) amal-amal shaleh.
Saudara muslimku :
Sesungguhnya dia adalah momentum mulia
dimana anda dapat memperoleh ganjaran
berperilaku dengan sifat-sifat yang baik, dan
mengarahkan diri anda untuk menggenggamnya,
dan bekerja keras dalam hal tersebut. Jauhi dan
tinggalkanlah sifat iri dan benci, kekejian lisan,
ketidakadilan, dan ghibah, mengadu domba, kikir,
memutuskan tali silaturahmi. Aku terheran
terhadap orang yang membersihkan wajahnya 5
(lima) kali sehari dalam rangka menyembut
seruan Allah, namun ia enggan membersihkan
dirinya sekali saja dalam setahun untuk sekedar
menghilangkan berbagai daki-daki dunia yang
melekat, serta kepekatan hati dan kemungkaran
akhlaknya !!
Berantusiaslah terhadap upaya melatih diri dari
menahan amarah, dan gembirakanlah orang-
orang sekitar anda, diantaranya kedua orangtua,
istri dan anak-anak, para sahabat dan relasi
dengan interaksi yang baik, tutur kata yang
manis, muka yang berseri, dan berharaplah akan
pahala pada segala hal demikian itu.
Dan seyogyanya anda –Saudara muslimku-
sebagaimana yang diwasiatkan Nabi Shallallahu
'Alaihi wa Sallam dalam bahasa yang ringkas
padat (al-jami'ah). Beliau Shallallahu 'Alaihi wa
Sallam bersabda :
« اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ
تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ
حَسَنٍ »
“Bertakwalah kepada Allah dimana pun anda
berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan
yang akan menghapusnya, dan perlakukanlah
manusia dengan perlakuan yang baik. ” (HR. At-
Tirmidzi).
Semoga Allah menjadikan kita dan segenap kalian
termasuk orang-orang yang disabdakan oleh
Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
« إِنَّ أَقْرَبَكُمْ مِنِّى مَجْلِساً
يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ
خُلُقاً »
“Sesungguhnya yang paling dekat kedudukan
diantara kalian dariku pada hari Kiamat (adalah)
yang paling baik akhlaknya diantara kalian. ” (HR.
Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-
Mu pengampunan, kesehatan, perlindungan
selamanya. Ya Allah, baguskan akhlak-akhlak
kami dan perindahilah perangai-perangai kami. Ya
Allah sebagaimana Engkau telah membaguskan
rupa kami, maka baguskanlah akhlak kami
dengan segala karunia-Mu. Ya Rabb kami,
ampunilah kami, kedua orangtua kami dan
seluruh kaum muslimin. Semoga shalawat
senantiasa tercurah atas Nabi kami, Muhammad,
dan kepada keluarga dan segenap sahabatnya.
Oleh: Abdul Malik Al-Qasim