Tuesday, October 26, 2010

Keutamaan Shalat Subuh

Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan
salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda
Rasulullah SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada
tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya
selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -
Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah
hamba dan utusan -Nya.
Amma Ba’du:
Seusungguhnya nikmat yang diberikan oleh Allah
SWT kepada kita tidak terhitung dan tidak
terhingga. Allah SWT berfirman:
وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللهِ لاَ
تُحْصُوهَا
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah
dapat kamu menghinggakannya. (QS. Ibrahim:
34)
Allah SWT berfirman:
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ
Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka
dari Allah-lah (datangnya), (QS. Al-Nahl: 53). Di
antara nikamat yang diberikan oleh Allah SWT
adalah nikmat tidur yang telah disebut oleh Allah
SWT pada hamba -Nya. Allah SWT berfirman:
وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ
اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا
فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ
وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan karena rahmat -Nya, Dia jadikan untukmu
malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada
malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian
dari karunia -Nya (pada siang hari) dan agar kamu
bersyukur kepada -Nya. (QS. Al-Qoshos: 73).
Allah SWT
berfirman:
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
“dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, (QS.
Al-Naba: 9)
Maka beristirahatnya seorang muslim beberapa
jam dari malam setelah bekerja secara kontinyu
akan membantu kehidupannya dan akan
menstabilkan perkembangan dan kreatifitasnya,
agar dia selalu mampu menunaikan segala tugas
yang berikan oleh Allah SWT sebagai tujuan
penciptaannya. Di antara tugas ini adalah
menjalankan shalat fajar secara berjama ’ah di
mesjid, dan dia adalah shalat yang memiliki nilai
keutamaan yang tinggi. Aku akan
mengetengahkan kehadapanmu beberapa kabar
gembira dan keutamaan agung yang diberikan
kepada orang yang menunaikan shalat fajar
secara berjama ’ah:
Pertama: Dia berada di dalam penjagaan Allah
SWT, atau jaminan Allah SWT, pengawasan -Nya
dan pemeliharaan Allah SWT di dunia dan
akherat. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab
shahihnya dari Jundub bin Abdullah bahwa Nabi
Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang
shalat subuh maka dia berada di dalam jaminan
Allah, maka jangan sampai Allah menuntut kamu
dengan sesuatu yang berada di dalam jaminan -
Nya, sebab barangsiapa yang dituntut oleh Allah
dengan sesuatu dari apa yang ada pada jaminan -
Nya maka dia pasti akan merasakan akibatnya,
lalu Allah akan mencampakkan dia di atas
wajahanya di dalam neraka Jahannam ”.[1]
Kedua: Menjalankan shalat fajar akan
menyelamatkan seseorang dari api neraka.
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab
shahihnya dari Ammarah bin Ruwaibah berkata:
Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“ Tidak akan pernah masuk neraka orang yang
menjalankan shalat sebelum terbitnya matahari
dan sebelum tenggelamnya, yaitu shalat fajar dan
asar ”.[2]
Ketiga: Menjalankan shalat fajar sebagai sebab
masuk surga. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan
Muslim dari Abi Musa Al-Asya ’ari bahwa Nabi
Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang
shalat dua waktu yang dingin maka dia akan
masuk surga ”.[3]
Keempat: Malaikat menyaksikan shalat ini. Allah
SWT berfirman:
وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ
الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“…dan (dirikanlah pula salat) subuh.
Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh
malaikat )”. (QS. Al-Isro’: 78)
Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abi
Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda, “Saling berdatangan menghampiri
kalian malaikat malam dan malaikat siang, lalu
mereka berkumpul pada shalat fajar dan asar,
kemudian naiklah malaikat yang mendatangi
kalian pada waktu malam, lalu Allah SWT
bertanya kepada mereka dan Dia Maha
Mengetahui tentang keadaan mereka:
Bagaimanakah kalian meninggalkan hamba-
hamba -Ku?. Maka mereka berkata: Kami
meninggalkan mereka dalam keadaan mendirikan
shalat dan mendatangi mereka dalam keadaan
mendirikan shalat ”.[4]
Kelima: Orang yang mendirikan shalat fajar akan
mendapat cahaya yang sempurna pada hari
kiamat. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam
kitab sunannya dari Sahl bin Sa ’d Al-Sa’idi bahwa
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berikanlah
kabar gembira bagi mereka yang berjalan pada
kegelapan menuju mesjid bahwa mereka
mendapat cahaya yang sempurna pada hari
kiamat ”.[5]
Keenam: Akan ditulis baginya bangun semalam
suntuk. Diriwayatkan oleh Muslim dari Utsman
bin Affan bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda, “Barangsiapa yang shalat isya’ secara
berjama’ah maka sungguh dia seakan-akan
bangun setengah malam dan barangsiapa yang
shalat subuh secara berjama ’ah maka seakan-
akan dia shalat semalam suntuk”.[6]
Ketujuh: Aman dari sifat kemunafikan.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abi
Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda, “Sesungguhnya shalat yang paling
berat bagi orang-orang munafiq adalah shalat
isya dan shalat fajar, seandainya mereka
mengetahui keutamaan yang terdapat padanya
niscaya mereka pasti mendatanginya dengan cara
merangkak, sungguh aku ingin untuk mendirikan
shalat, kemudian aku memerintahkan seorang
lelaki untuk mengimami shalat, kemudian aku
pergi bersama sekelompok orang yang
membawa kayu bakar menuju kaum yang tidak
menghadiri shalat berjama ’ah untuk membakar
rumah mereka dengan api”.[7]
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab
shahihnya dari Ibnu Mas ’ud RA berkata: Sungguh
aku telah melihat dari golongan kami dan tidaklah
ada orang yang meninggalkan shalat jama ’ah
kecuali orang yang munafiq, yang telah diketahui
kemunafiqannya. Sungguh seorang lelaki dibawa
menuju shalat jama ’ah dengan diapit di antara
dua lelaki sehingga dia bisa tegak di dalam shaf”.
[8]
Ibnu Umar berkata: Sungguh apabila kita tidak
melihat seseorang menghadiri shalat isya ’ dan
fajar maka kami berprasangka buruk
terhadapnya ”.[9]
Kedelapan: Dua rekaat sebelum fajar lebih baik
dari dunia dan seisinya. Diriwayatkan oleh Muslim
di dalam kitab shahihnya dari Aisyah RA bahwa
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dua rekaat
shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya”.[10]
Kalaulah sunnah fajar saja lebih baik dari dunia
dan seisinya, berupa harta, istana, sungai-sungai,
istri-istri dan lain-lain baik segala kebutuhan yang
disenangi manusia dan kelezatannya, lalu
bagaimanakah dengan shalat fajar itu sendiri?.
Kesembilan: Melihat Allah SWT, dan inilah
tujuan utama yang dikejar oleh mereka yang
berusaha dengan bersungguh-sungguh dan
manusia berlomba-lomba untuk
mendapatkannya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
dan Muslim dari Jarir Al-Bajali RA berkata: Kami di
sisi Nabi Muhammad SAW dan pada suatu
malam beliau melihat ke arah bulan purnama lalu
beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian akan
melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian mampu
melihat bulan purnama ini, kalian tidak akan
merasa susah melihatnya, seandainya kalian
mampu untuk tidak dikalahkan dalam
melaksanakan shalat sebelum terbit dan sebelum
tenggelamnya matahari, maka lakukanlah,
kemudian beliau membaca sebuah ayat:
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ
طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ
“…dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu
sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam
(nya )”. (QS. Qaf: 39[11])
Kesepuluh: Orang yang selalu menjaga shalat
fajar adalah orang yang paling baik dalam
kehidupannya, orang yang paling kreatif, dan
berhati paling lembut. Diriwayatkan oleh Al-
Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah bahwa Nabi
Muhammad SAW bersabda, “Setan mengikat
tengkuk kepala salah seorang di antara kalian pada
saat tidurnya dengan tiga ikatan, dia memukul
setiap ikatan dengan mengatakan bagimu malam
yang panjang maka tidurlah. Lalu apabila dia
bangun dan menyebut nama Allah maka
terlepaslah satu ikatan, lalu jika dia berwudhu ’
maka terlepaslah ikatan ke dua, dan jika dia
mendirikan shalat maka terlepaslah ikatan yang
ketiga, maka dia akan mengawali pagi dengan
jiwa yang kreatif dan berjiwa baik, namun jika
tidak maka dia akan menjadi berjiwa buruk dan
pemalas ”.[12]
Terdapat banyak riwayat yang melarang
meremehkan shalat fajar. Di antara riwayat
tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh
Imam Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah RA
bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
Sungguh aku ingin untuk mendirikan shalat,
kemudian aku memerintahkan seorang lelaki
untuk mengimami shalat, kemudian aku pergi
bersama sekelompok orang yang membawa
kayu bakar menuju kaum yang tidak menghadiri
shalat berjama ’ah untuk membakar rumah
mereka dengan api”.[13]
Sebagian ulama berkata; Sesungguhnya Nabi
Muhammad SAW tidak ingin melakukan hal yang
demikian itu kecuali karena orang yang
meninggalkan shalat jama ’ah ini telah melakukan
dosa yang agung dan kesalahan yang besar.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari
Ibnu Mas ’ud berkata: Disebutkan di sisi Nabi
Muhammad SAW seorang lelaki yang tertidur
pada waktu malamnya hingga pagi harinya,
maka Nabi Muhammad SAW bersabda, “Itulah
lelaki yang dikencingi oleh setan pada kedua
telinganya atau beliau bersabda: Pada telinganya”.
[14]
Cukup itu sebagai kerugian dan kekecewaan serta
keburukan.
Di antara akibat meremehkan shalat subuh secara
berjama ’ah adalah dihadapkannya seseorang
pada ancaman siksa Allah SWT di dalam
kuburnya dan di hari kiamat. Allah SWT
berfirman:
فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا
الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ
فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang
jelek) yang menyia-nyiakan salat dan
memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka
kelak akan menemui kesesatan. (QS. Maryam: 59)
Di dalam shahihul Bukhari di dalam kisah mimpi
Nabi Muhammad SAW yang panjang, disebutkan
di dalam kisah tersebut bahwa seorang lelaki
yang memecah kepalanya dengan sebuah batu,
lalu Nabi Muhammad SAW bertanya tentang
masalah itu maka dikatakan kepadanya, “Itulah
orang yang mengambil Al-Qur’an lalu
menolaknya dan tertidur dari melaksanakan shalat
yang diwajibkan ”.[15]
Dan majlis fatwa ulama Saudi Arabia ditanyakan
(fatwa nomor: 5130) tentang seseorang yang
tidak shalat subuh kecuali setelah matahari terbit,
bagaimanakah hukum shalatnya?. Apakah hal itu
akan memberikan pengaruh pada puasanya?.
Maka jawabannya adalah: jika dia meninggalkan
shalat subuh bukan karena ketiduran atau lupa
namun hanya karena kemalasan sehingga
mengerjakannya setelah matahari terbit maka dia
telah kufur dengan kekufuran yang besar,
berdasarkan pendapat yang shahih dari perkataan
para ulama. Berdasarkan pendapat ini maka
puasanya tidak sah.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam,
semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan
kepada Nabi kita Muhammad dan kepada
keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.
[1] HR. Muslim di dalam kitab shahihnya: 657
[2] Shahih Muslim: no: 634
[3] Al-Bukhari: 574 dan Muslim: no: 635
[4] Al-Bukhari: 555 dan Muslim: no: 632
[5] Sunan Ibnu Majah: no: 781
[6] HR. Muslim: no: 656
[7] Al-Bukhari: 657 dan Muslim: no: 651
[8] Shahih Muslim: no: 654
[9] Shahih Ibnu Hibban: 5/455 no: 2099
[10] HR. Muslim: no: 725
[11] Al-Bukhari: 554 dan Muslim: no: 633
[12] Al-Bukhari: 1142 dan Muslim: no: 773
[13] Al-Bukhari: 657 dan Muslim: no: 651
[14] Al-Bukhari: 1144 dan Muslim: no: 774
[15] HR. Al-Bukhari: no: 7047
Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi

No comments:

Post a Comment