Saturday, October 23, 2010

Cara Cerdas Membuat Anak Jenius

Semua orangtua menginginkan buah hatinya
memiliki kecerdasan maksimal
serta mempunyai otak yang tergolong Jenius.
Selama ini diyakini
kecerdasan anak diperoleh dengan
memaksimalkan fungsi otak kanan atau
otak kiri. Ternyata, anak bisa menjadi lebih cerdas
dengan
mengoptimalkan seluruh bagian otak. Dengan
melatih otak secara
keseluruhan anak-anak akan lebih cerdas, inovatif,
kreatif, serta
intuitif.Pelatihan optimalisasi seluruh bagian otak
ini digaungkan
oleh salah satu lembaga yang bergerak di bidang
pengembangan otak
melalui stimulasi otak, nama perusahaannya
adalah PT. International
Brain Stimulation (AIBIES). Mereka telah berhasil
mestimulasi lebih
dari 1000 anak yang ikut serta dalam pelatihannya
hingga bulan Mei
2010. “Kami menggunakan metode
Interconnection Brain Stimulation dari
hasil research mulai tahun 2002 dengan bendera
Yayasan Neurosenso.
Langkah pertamanya dengan melakukan
assesment. Setelah itu, kami
memberikan stimulasi otak anak seperti senam
otak dan mindsound,” kata
CEO AIBIES, Juni A.Dwi Utomo, saat melakukan
pelatihan terhadap 40
anak berusia 3 sampai 12 tahun yang bertempat
di Hotel Grand Palace
Hotel, Yogyakarta, Minggu (9/5/2010). “Stimulasi
otak yang kami berikan
adalah penyajian rangkaian produk dari hasil riset
yang terbukti
meningkatkan optimalisasi intelegensia yang
menggunakan seluruh bagian
otak secara maksimal ”, demikian imbuh Juni.
Pelatihan optimalisasi
seluruh bagian otak ini telah terbukti membuat
kecerdasan akademis
anak meningkat. Karena metodenya yang unik
dan menyenangkan,
konsentrasi dan kepercayaan diri anak turut
terasah.Pelatihan yang
dirancang oleh AIBIES dilakukan dengan proses
berkelanjutan, memadukan
dengan pola kecerdasan majemuk dan memiliki
kurikulum cerdas yang
berjenjang mengoptimalkan seluruh bagian otak
secara permanen.
Pelatihan untuk sementara masih bekisar diusia
anak 3 sampai dengan 12
tahun. “Dalam waktu dekat, setidaknya Agustus
2010 kami akan
megeluarkan program pelatihan untuk remaja
dan orang tua ”, semangat
Juni.Bonus tambahan AIBIES adalah teknik
membaca dengan mata tertutup
(blind ford reading). Selain itu ada juga program
Blitz-Reading yaitu
membaca secepat kilat. Teknik ini digunakan
untuk membaca dengan
kecepatan fantastik dalam hitungan selembar
buku kurang dari sedetik,
laiknya seperti memotret atau memfotocopy.
Masih banyak program lain
yang bakal digulirkan AIBIES, yang tak kalah unik
adalah kemampuan
berbicara berbahasa asing dalam tujuh kali
pertemuan dengan durasi
satu setengah jam per pertemuan.Perusahaan
AIBIES menggarap
pelatihannya secara serius dengan menyertakan
konsultan narasumber
dr.Adre Maiza, Sp.S(K). Beliau adalah Kepala
Peningkatan dan
Pemeliharaan Kemampuan Inteligensia DEPKES
RI. Selain itu, ada
beberapa Profesor dan Doktor yang sesuai
dengan bidang
intelegensia.Pelatihan optimalisasi seluruh bagian
otak AIBIES
diadakan periodikal setiap Sabtu dan Minggu di
lima kota besar di
Indonesia. Program berikutnya kembali diadakan
pada 29 dan 30 Mei ini.
Diharapkan setiap pekannya bertambah anak-
anak jenius Indonesia. Info
pelatihan dan pembukaan usaha (franchise)
selengkapnya bisa
menghubungi Setia di no hp 0817 411 9965.Anak
Cerdas Berawal dari
RumahAnak belajar mengucapkan kata pertama,
merangkak, berjalan hingga
belajar sopan santun dan yang berkaitan dengan
kecerdasan berawal dari
rumah. Sebagai tokoh panutan utama, orangtua
perlu memahami
perkembangan otak si kecil.Menurut dokter anak
spesialis syaraf
Fakultas Kedokteran Universitan Indonesia (FK-UI),
Dr Dwi putro
Widodo, SpA(K), proses perkembangan otak
anak terbagi menjadi dua
tahap yaitu pembentukan sinaps (koneksi) dan
transmisi sel otak
(komunikasi). “Pada tahap pertama sel-sel otak
membentuk sinaps, yaitu
penghubung antara dua ujung sel-sel yang
berbeda. Sedangkan tahap
komunikasi adalah tahap dimana adanya
penyampaian pesan antar sel
otak. Fase ini adalah fase dimana proses
pembelajaran dan daya ingat
dimulai, ” paparnya.Untuk mengoptimalkan
proses perkembangan otak anak
itutidak cukup dengan nutrisi saja tapi juga
stimulasi.Hal senada
dituturkan Psikolog anak, Dr Rose Mini AP, Mpsi.
Dia mengatakan, saat
itu otak anak bagai spons baru yang mampu
menyerap segala hal dengan
cepat dan maksimal. “Untuk itu makin banyak
pengalaman dan
pembelajaran anak, maka makin banyak yang
terserap dan anak akan
tumbuh cerdas, ” ungkap psikolog yang disapa
mbak Romi itu.Namun orang
tua harus pandai mengaturnya, tidak asal-asalan
sehingga anak dapat
berkembang sesuai dengan kapasitasnya, lanjut
Romi. Stimulus yang
seimbang bagi otak kiri dan otak kanan akan
membantu anak memiliki
kemampuan yang seimbang juga antara
kemampuan khas otak kiri dan
kanan.BermainStimulus yang paling
menyenangkan dan efektif bagi anak
adalah dengan bermain. Dengan meluangkan
waktu di tengah kesibukan
orang tua dapat mengajak anak bermain,
misalnya dengan bermain musik,
bercerita atau melukis. Dengan melukis anak
dapat mempelajari berbagai
macam warna, sedangkan dengan bercerita atau
membaca anak akan
mempelajari banyak kosa kata.“Biarkan anak
memilih permainannya
sendiri, dengan begitu anak akan mendapatkan
berbagai pengalaman yang
menarik rasa ingin tahunya, ” imbuh Romi.Berikan
juga anak permainan
yang dapat membantu memaksimalkan
kemampuan otak dan pikiran seperti
permainan yang dapat mengenalkan perbedaan
dan klasifikasi. Permainan
building blocks atau permainan yang melatih
kemampuan emosional dan
imajinasi seperti alat musik, permainan yang
melatih kemampuan logis
dan akal seperti puzzle serta permainan yang
dapat melatih konsentrasi
dan ingatannya.Menstimulasi anak dengan
bermain sangat menyenangkan
dan dapat membantu orang tua melihat
kecerdasan pada anak-anaknya.
Kemampuan orang tua melihat potensi dan bakat
anak sangatlah penting
karena masing-masing anak memiliki jenis
kecerdasan berbeda.Sementara
itu, Motivator Gobind Vashdev menegaskan
pentingnya orang tua
menyadari besarnya peran mereka bagi
perkembangan anak, terutama untuk
perkembangan otak.Dia memaparkan, untuk
mencapai hasil yang optimal,
orang tua pun perlu mengenali kekuatan dan
kelemahan masing-masing,
agar saling melengkapi dan membantu dalam
memberikan stimulasi pada
anak. Orang tua juga wajib mencari tahu
perkembangan terbaru tentang
nutrisi dan stimulasi yang baik bagi
perkembangan anak.
--

No comments:

Post a Comment